Dark/Light Mode

Dubes RI Untuk Kamboja Santo Darmosumarto Lirik Potensi Perdagangan Di Kawasan Mekong

Sabtu, 12 Oktober 2024 07:27 WIB
Duta Besar Indonesia untuk Kamboja Santo Darmosumarto (ketiga kanan) dan Wakil MenteriPerdagangan Jerry Sambuaga (keempat kanan) dalam forum bisnis melihat potensi bisnis kawasan Lembah Sungai Mekong, di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (11/10/2024). (Foto: Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)
Duta Besar Indonesia untuk Kamboja Santo Darmosumarto (ketiga kanan) dan Wakil MenteriPerdagangan Jerry Sambuaga (keempat kanan) dalam forum bisnis melihat potensi bisnis kawasan Lembah Sungai Mekong, di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (11/10/2024). (Foto: Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Selama berabad-abad, Sungai Mekong telah menjadi pusat kehidupan bagi masyarakat yang ada di enam negara. Yakni Kamboja, Myanmar, Laos, Vietnam, Thailand dan China. Hal ini membuat Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Kamboja Santo Darmosumarto menekankan pentingnya pebisnis Indonesia melirik potensi perdagangan di kawasan Lembah Sungai Mekong.

Pernyataan itu dia sampaikan dalam acara bertema Indonesia- Mekong Basin Connect: Infrastructure, Food and Energy Security yang digelar Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jumat (11/10/2024).

Forum ini memperkenalkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia dengan berbagai proyek infrastruktur, energi dan pangan di Kawasan Mekong. Termasuk menjadi tempat berinteraksi pebisnis dari negara Asia Tenggara (ASEAN).

Acara itu diselenggarakan bersamaan dengan penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-39, di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten.

Baca juga : Pelarangan Truk Sumbu 3 Saat HBKN Perlu Pertimbangkan Potensi Kelangkaan Barang

“Kita jarang melirik Kawasan Mekong. Lewat forum ini kita coba memberikan perspektif dengan mendatangkan orang-orang dari Kamboja, Myanmar, Thailand, Vietnam dan lainnya untuk bercerita. Mudah-mudahan ke depannya akan ada proyek yang bisa dikembangkan,” harap Dubes Santo.

Di antara negara-negara kawasan tersebut, Kamboja menonjol sebagai mitra strategis bagi Indonesia. Terutama dalam konteks perdagangan. Volume perdagangan antara Indonesia dan Kamboja sekitar 1 miliar dolar Amerika Serikat saat ini (Rp 15 triliun).

Dubes Santo mengatakan, meski angka ini terlihat kecil, tapi jika dibandingkan dengan potensi populasi Kamboja yang mencapai 17 juta orang, ini titik awal yang menggembirakan.

Saat ini, komoditas terbesar yang diekspor Indonesia ke Kamboja adalah batubara.

Baca juga : Dubes RI Untuk Yunani Bebeb AKN Djundjunan Rayakan Persahabatan Lewat Pameran Karya Seni

“Kami melihat banyak potensi dalam jenis suku cadang mobil dan produk keuangan,” katanya.

Dubes Santo menambahkan, salah satu aset berharga bagi Indonesia dalam menjalin kerja sama dengan Kamboja adalah keberadaan komunitas Indonesia. Banyak warga Indonesia yang tinggal dan bekerja di Kamboja dan bisa menjadi jembatan penting dalam menjalin hubungan bisnis yang lebih kuat.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mempresentasikan potensi perdagangan Indonesia.

Jerry mengatakan, Indonesia memiliki banyak produk potensial, mulai dari batubara, minyak sawit, karet, kakao dan lain sebagainya. Namun, dia lebih menekankan pentingnya kolaborasi di antara negara-negara ASEAN.

Baca juga : Eks Gubernur Kaltim Tak Penuhi Panggilan KPK, Minta Penjadwalan Ulang

“Kolaborasi penting, karena sekarang kita hidup di zaman serba ketergantungan. Perdagangan yang paling harus kita maksimalkan adalah perdagangan yang paling dekat, ya di wilayah Asia Tenggara,” katanya.

Jerry menyinggung soal Undang- Undang (UU) Anti Deforestasi Uni Eropa, terkait sawit. UU ini merugikan negara-negara di ASEAN, termasuk Indonesia. Padahal, minyak sawit menjadi salah satu produk ekspor andalan.

“Saya berpesan kepada negara- negara di wilayah Mekong, jangan sampai ada tindakan atau tekanan dari luar yang merugikan,” katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.