Dark/Light Mode

Dubes Amerika Serikat Untuk Indonesia Kamala Shirin Lakhdir Ajak Pelajar RI Kuliah Di Kampus AS

Senin, 14 Oktober 2024 07:34 WIB
Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia Kamala Shirin Lakhdir membuka pameran pendidikan dikampus AS, di Hotel Park Hyatt Jakarta, Sabtu (12/10/2024). (Foto: Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)
Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia Kamala Shirin Lakhdir membuka pameran pendidikan dikampus AS, di Hotel Park Hyatt Jakarta, Sabtu (12/10/2024). (Foto: Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta menyelenggarakan pameran pendi­dikan bertema EducationUSA Indonesia Fair 2024 di Ho­tel Park Hyatt Jakarta, Sabtu (12/10/2024). Acara ini dibuka Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Kamala Shirin Lakhdir, dengan pemotongan pita merah.

EducationUSA Indonesia Fair 2024 menampilkan perwakilan dari 56 universitas AS. Pameran pendidikan ini juga menampil­kan perwakilan dari program yang disponsori Pemerintah AS, yakni Komisi Fulbright (AMINEF) dan Dana Abadi Pendidikan Indonesia (LPDP).

Dubes yang disapa Kamala ini mengatakan, AS terbuka untuk siswa Indonesia. Dia menekankan pentingnya kerja sama pendidikan antara AS dan Indonesia sebagai bagian dari peringatan 75 tahun hubungan AS-Indonesia.

Dubes yang pernah bertugas di Malaysia itu juga mengajak pelajar Indonesia kuliah ke Negeri Paman Sam. Menurutnya, salah satu keuntungan pendi­dikan di AS adalah fleksibilitas dalam memilih jurusan.

Selain itu, pelajar dapat me­milih belajar selama satu se­mester, satu tahun atau untuk mendapatkan gelar sarjana atau pascasarjana. Manfaat lainnya, pelajar Indonesia dapat membangun hubungan dengan maha­siswa internasional serta dosen-dosen yang berpengalaman.

Baca juga : Dubes Jerman Untuk Indonesia Ina Lepel: Sosis & Spaetzle Meriahkan Hari Persatuan Jerman

Diplomat itu mendorong orang Indonesia yang ingin be­lajar di Amerika untuk mempertimbangkan semua opsi yang yang ditawarkan.

“Ada banyak sekali univer­sitas dan perguruan tinggi di Amerika Serikat yang dapat dipertimbangkan mahasiswa In­donesia untuk mendaftar. Lebih dari 4.000 orang,” terangnya.

Kamala menuturkan, saat ini hampir 9.000 mahasiswa Indo­nesia yang belajar di AS dan sudah ada beribu-ribu pelajar yang lulus dari universitas di AS.

Terkait keamanan pelajar as­ing di AS, Kamala menekankan, Pemerintah AS berupaya keras untuk memastikan keselamatan pelajar di Amerika. Tidak hanya pelajar lokal, tapi juga pelajar asing. Pemerintah AS juga terus berupaya menciptakan sistem keamanan yang ketat di sekolah-sekolah maupun kampus Amerika.

EducationUSA Indonesia Fair 2024 menjadi kesempatan bagi pelajar Indonesia dan para orang tua mereka untuk bertemu dengan perwakilan universitas di AS.

Baca juga : Dubes Jepang Untuk Indonesia Masaki Yasushi Jajaki Kerja Sama Penelitian Dengan UNAIR

Pengunjung pameran dapat mempelajari berbagai peluang untuk belajar di AS, termasuk cara mengakses program beasiswa. Terdapat both, tempat para pengunjung bisa bertanya-tanya soal kampus Amerika yang diinginkan.

Salah satu pengunjung pa­meran, Gwendy Sunjoyo mengatakan, AS merupakan salah satu negara yang memiliki kuri­kulum pendidikan terbaik.

Wanita itu pernah mengenyam pendidikan S1 di AS. Dia mera­sakan bagaimana kampus dan para dosennya bekerja secara profesional mencetak lulusan-lulusan terbaik di seluruh negeri dan di seluruh dunia. Sebab itu, dia ingin adiknya mengikuti je­jak untuk berkuliah di Amerika.

“Saya mengantar adik, tapi saya juga ingin lanjut S2. Karena sebelumnya sudah pernah di sana, jadi pilihan pertama masih di Amerika,” ujarnya.

Gwendy menyarankan calon pelajar yang akan mengenyam pendidikan di Amerika untuk mempersiapkan persyaratan yang dibutuhkan secara terperinci. Se­bab, masing-masing sekolah atau kampus mempunyai persyaratan yang berbeda. Contohnya, memenuhi standar TOEFL atau IELTS di Amerika, serta alasan (personal statement) yang kuat.

Baca juga : Dubes Turki Untuk Indonesia Talip Kucukcan Ajak Anak Muda Hobi Membaca Buku

Gwendy menuturkan, tantangan kuliah di Amerika, bukan saat melakukan pendaftarannya. Namun saat mencari jurusan yang tepat, hingga sekolah yang tepat.

“Banyak pelajar yang mendaf­tar, tapi terkadang bingung ten­tang jurusannya. Lalu, bagaima­na hidupnya berjalan di sana, tujuan mereka belajar di sana itu apa. Makanya, itu jadi tantangan terbesar,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.