Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pebisnis Shandong Antusias Perkuat Kerja sama Ekonomi Indonesia-China
Kamis, 17 Oktober 2024 16:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - KBRI Beijing didukung China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT) Provinsi Shandong menyelenggarakan acara Business Dialogue & Networking Luncheon: Promoting Stronger Economic Cooperation between Indonesia – China, di Kota Qingdao, Shandong, Rabu (16/10/2024). Forum dialog bertujuan untuk terus memperluas kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan China, khususnya dengan Provinsi Shandong yang merupakan provinsi terkaya ketiga di China.
Acara ini dihadiri 100 pebisnis dari 50 perusahaan yang datang dari berbagai kota di Shandong. Mereka bergerak di berbagai sektor industri seperti energi hijau, bioteknologi, farmasi, kecerdasan buatan, otomotif, dan makanan.
Dubes Djauhari Oratmangun menyampaikan potensi besar Shandong sebagai provinsi dengan ekonomi terbesar ketiga di China. Dia menyatakan keinginan untuk memperluas kerja sama dengan berbagai industri di provinsi tersebut.
Baca juga : Babak Pertama, Indonesia Kalah 0-2 Lawan China
“Provinsi Shandong menawarkan banyak potensi bagi Indonesia, terutama di bidang infrastruktur, teknologi tinggi, dan industri strategis baru,” ujarnya, seperti keterangan yang diterima RM.id, Kamis (17/10/2024).
Terlebih, Indonesia sebagai negara dengan pengaruh besar di ASEAN juga menjadi pintu masuk penting untuk pasar Asia Tenggara. Dubes Djauhari juga sampaikan komitmen Presiden terpilih, Prabowo Subianto, untuk melanjutkan kerja sama yang erat dengan China. Sebagai catatan, Kereta Cepat Whoosh merupakan karya perusahaan yang berasal dari kota Qingdao, Shandong.
Wakil Presiden Kamar Dagang Internasional Shandong dan Inspektur Tingkat Pertama CCPIT Shandong, Lin Yuan, mendukung perusahaan di Shandong untuk berinvestasi di Indonesia, terutama di bidang energi terbarukan dan ekonomi digital. Shandong memiliki 41 kategori industri potensial dengan nilai produksi mencapai 9,2 triliun yuan (2023).
Baca juga : Lindungi Perempuan Dan Anak Jangan Cuma Omon-omon
Saat ini, Provinsi Shandong dan Indonesia telah memiliki kerja sama erat, dengan volume impor dan ekspor antara Indonesia dengan Shandong, yang tercatat mencapai 64,16 miliar yuan (2023). CCPIT Shandong juga berkomitmen untuk memperkuat pertukaran ekonomi dan perdagangan dengan Indonesia, terutama dengan memanfaatkan China-ASEAN Free Trade Area dan RCEP.
Diskusi terkait tren terkini dan masa depan kerja sama perdagangan, investasi, dan keuangan antara Indonesia dan China, melibatkan pembicara Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Beijing Elizani TX Nadia Sumampouw, Kepala Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Beijing Evita Sanda, Budi Atase Perdagangan KBRI Beijing Hansyah, dan GM Bank Mandiri Shanghai Jantra Patiwiri.
Selain itu, terdapat sharing dari Wakil Presiden dari Sailun Group Co., Ltd. China yang telah membuka bisnis di Indonesia, Sun Guangqing, dan pengusaha Indonesia Hartanto Wiratama, Xiamen Shuxin Investment Ltd./Bandung Restoran, yang membuka bisnisnya di China. Dialog dan networking bisnis ini diharapkan dapat menjadi landasan yang kokoh untuk memperdalam kerja sama ekonomi antara Indonesia dan China, khususnya dengan Qingdao dan Provinsi Shandong.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya