Dark/Light Mode

Dubes RI Untuk Swedia Kamapradipta Isnomo Gelar Investment Forum Di Stockholm

Sabtu, 19 Oktober 2024 06:40 WIB
Duta Besar Indonesia untuk Swedia Kamapradipta Isnomo berpidato dalam Investment Forum di World Trade Centre, Stockholm, Swedia, Kamis (17/10/2024). (Foto: Dok. KBRI Stockholm)
Duta Besar Indonesia untuk Swedia Kamapradipta Isnomo berpidato dalam Investment Forum di World Trade Centre, Stockholm, Swedia, Kamis (17/10/2024). (Foto: Dok. KBRI Stockholm)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Stockholm sukses menyelenggarakan In­donesia Investment Forum di World Trade Centre, Stockholm, Swedia, Kamis (17/10/2024).

Forum yang mempertemukan pejabat Pemerintah, pemimpin bisnis dan investor utama dari Indonesia dan Swedia ini mencip­takan kesempatan kerja sama para pengusaha kedua negara untuk meningkatkan investasi bilateral.

Saat menutup acara ini, Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Swedia Kamapradipta Isnomo mengatakan, Indonesia me­nyambut para investor Swedia dengan tangan terbuka dan menawarkan berbagai peluang di sektor pertumbuhan utama.

“Sekarang saat yang tepat memperluas kemitraan eko­nomi. Indonesia berkomitmen bekerja sama dengan perusahaan Swedia untuk mencapai tujuan bersama yang saling mengun­tungkan, mendorong inovasi dan keberlanjutan,” terang Dubes Kama-sapaan akrab Kamapradipta Isnomo, kepada 34 Chief Executive Officer (CEO), Chief Operating Officer (COO), di­rektur program dan manajer dari berbagai industri di Swedia.

Baca juga : Dubes RI Untuk Swiss Ngurah Swajaya Promosi Kopi Jabar & Sumatera Di Zurich

KBRI Stockholm akan terus memfasilitasi dialog yang men­dukung kerja sama ekonomi an­tara Indonesia dan Swedia untuk memastikan masa depan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan bagi kedua negara.

Forum tersebut menyoroti berbagai peluang investasi yang ditawarkan Indonesia. Terutama di sektor energi terbarukan, digitalisasi dan infrastruktur berkelanjutan.

“Kami berkomitmen memper­mudah dan memperjelas proses investasi, memberikan kesempatan unik bagi perusahaan Swedia berinvestasi di sektor unggulan seperti pertambangan mineral kritis, energi, dan ketahanan pangan,” ujar Deputi Men­teri Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Nurul Ichwan.

Direktur Eksekutif Kepala Kantor Perwakilan Bank Indo­nesia (BI) di London, Inggris, Farida Peranginangin juga mem­berikan pandangan tentang out­look makroekonomi Indonesia.

Baca juga : Dubes Amerika Serikat Untuk Indonesia Kamala Shirin Lakhdir Ajak Pelajar RI Kuliah Di Kampus AS

Dia menekankan bahwa Indo­nesia menunjukkan ketahanan ekonomi yang solid di tengah ketidakpastian global, dengan proyeksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) 4,7 persen hingga 5,5 persen pada 2024.

“Hal ini menunjukkan sta­bilitas dan potensi Indonesia sebagai tujuan investasi jangka panjang yang aman bagi inves­tor,” katanya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani juga ikut ber­bagi pengalaman dan wawasan tentang dinamika berusaha di Indonesia. Dia mencatat, In­donesia sebagai kekuatan eko­nomi global ke-16, menawarkan peluang besar di sektor digital ekonomi dan manufaktur.

Namun, menurut Shinta, un­tuk mencapai pertumbuhan lebih tinggi, diperlukan peningkatan investasi asing langsung dan efisiensi di sektor bisnis.

Baca juga : Dubes RI Untuk Kamboja Santo Darmosumarto Lirik Potensi Perdagangan Di Kawasan Mekong

Komisioner Perdagangan Swedia untuk Indonesia Erik Odar menegaskan minat Swedia yang kuat untuk memperdalam hubungan investasi dengan Indonesia. Terutama di sektor-sektor yang mendukung pem­bangunan berkelanjutan, seperti teknologi hijau.

Selain membahas peluang in­vestasi, forum ini juga menyoroti kinerja investasi Swedia di In­donesia yang terus meningkat. Realisasi investasi Swedia hingga kuartal III-2024 naik tiga kali lipat dari total investasi pada 2203.

“Peningkatan ini mencerminkan ketertarikan yang semakin besar dari perusahaan Swedia untuk berinvestasi di Indonesia karena didorong oleh iklim in­vestasi yang semakin kondusif di dalam negeri,” tutup Dubes Kama.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.