Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Dr Nick Norwitz, mahasiswa kedokteran Harvard University nekat makan 730 butir telur dalam sebulan untuk melakukan eksperimen.
Telur dikenal sebagai sumber protein tinggi, tapi sering dikaitkan dengan peningkatan kolesterol. Norwitz ingin membuktikan bahwa konsumsi telur secara berlebihan tidak selalu berbahaya.
“Saya merasa tertantang untuk membuktikan mitos seputar konsumsi telur,” tuturnya dilansir Daily Mail.
Norwitz memakan 720 telur selama 28 hari, untuk menemukan bukti ilmiah tentang dampak nyata telur terhadap tubuh.
Baca juga : Jessica Jane, Pamer Pacar Baru
Eksperimen ini dilaksanakan dengan ketat dan terukur. Horowitz menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala selama eksperimen berlangsung. Data yang dikumpulkan menunjukkan, penurunan kolesterol jahat 20 persen pada tahap akhir percobaan.
Meski demikian, Horowitz mengakui ada tantangan tersendiri. Ia mengalami bosan dengan rasa telur.
“Tapi saya ingin menyelesaikan eksperimen ini dan melihat hasil akhirnya,” ujarnya dengan antusias.
Banyak ilmuwan skeptis terhadap eksperimen Norwitz. Dr. Robert Thompson, seorang ahli gizi dari Universitas Boston, berkomentar, eksperimen ini cukup ekstrem. Menurutnya, percobaan semacam ini tidak bisa dijadikan patokan umum bagi semua orang.
Baca juga : Mahasiswa Polibatam Kenalkan Timbangan Pendeteksi Stunting
Meski demikian, hasil eksperimen Norwitz membuat sejumlah pakar mulai mempertimbangkan ulang pandangan mereka tentang konsumsi telur.
“Ini membuka diskusi baru tentang diet berbasis protein tinggi,” pungkas Dr. Thompson.
Dilansir New York Post, selama masa eksperimen, Dr Norwitz memakan telur tersebut bersamaan dengan diet ketogenik normalnya yang terdiri dari daging, ikan, minyak zaitun, kacang-kacangan, cokelat hitam, keju, dan yogurt.
Diet ketogenik adalah diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak. Tujuannya, untuk mengubah tubuh dari kondisi yang menggunakan gula sebagai sumber energi utamanya menjadi lemak.
Baca juga : Baim, Mantan Bikin Trauma
“Saya berhipotesis bahwa mengonsumsi 720 butir telur dalam satu bulan, setara dengan 133.200 mg kolesterol, tidak akan meningkatkan kolesterol saya. Secara spesifik, itu tidak akan meningkatkan kolesterol LDL saya,” kata Norwitz. MEL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Jumat, 1 November 2024 dengan judul "Mahasiswa Makan 730 Telur Per Bulan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya