Dark/Light Mode

Mahasiswa Polibatam Kenalkan Timbangan Pendeteksi Stunting

Rabu, 23 Oktober 2024 16:04 WIB
Mahasiswa Politeknik Negeri Batam (Polibatam). mengenalkan timbangan pendeksi stunting di Trade Expo Indonesia (TEI) 2024, ICE BSD, Sabtu (12/10/2024). (Foto: Istimewa)
Mahasiswa Politeknik Negeri Batam (Polibatam). mengenalkan timbangan pendeksi stunting di Trade Expo Indonesia (TEI) 2024, ICE BSD, Sabtu (12/10/2024). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perguruan tinggi vokasi di Indonesia terus melakukan inovasi dan pengembangan teknologi tepat guna yang dapat dirasakan langsung masyarakat atau industri. Salah satunya pengembangan timbangan pendeteksi stunting oleh mahasiswa Politeknik Negeri Batam (Polibatam). Timbangan tersebut dipamerkan dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2024, di ICE BSD Convention Center, Banten, Sabtu (12/10/2024).

Mahasiswa Fakultas Elektro Polibatam Windi Oktavia mengatakan, timbangan yang berguna untuk memonitoring pertumbuhan dan perkembangan bayi bernama Inscale. Ini merupakan pengembangan dari timbangan yang dikoneksikan dengan aplikasi, sehingga hasilnya dapat dimonitor oleh dokter, tenaga medis, maupun orang tua apabila anak tersebut mengalami stunting.

"Kalau tidak normal, timbangan ini akan memberi tahu bayi itu tidak normal atau stunting. Kalau misalnya stunting, akan diberikan rekomendasi, apa saja yang harus ditangani, dan diberi akses ke pihak terkait dari aplikasi buatan kami," kata Windi, mahasiswa Prodi Instrumentasi Polibatam Semester 3 ini. 

Baca juga : Peduli Gizi Anak, TASPEN Dukung Pencegahan Risiko Stunting Pada Balita

Windi menjelaskan, cara kerja timbangan Inscale ini meliputi penerimaan data dari balita maupun batita yang sedang ditimbang. Data tersebut selanjutnya diproses oleh kecerdasan buatan (AI) untuk menentukan bayi berada dalam kondisi yang normal maupun stunting.

"Indikatornya ada tiga. Pertama, usia. Kedua, tinggi badan. Ketiga, berat badan. Memang selain mengukur berat juga bisa untuk mengukur tinggi," tuturnya.

Timbangan Inscale berawal dari 2019, tapi saat itu belum ada sistemnya. Setiap tahun mahasiswa Polibatam mengembangkannya sampai saat ini, bahkan alat tersebut telah diterapkan di posyandu mitra Polibatam.

Baca juga : Optimalkan Pertumbuhan UMKM Agar Berdaya Saing

Windi juga membuka peluang memperjualbelikan timbangan Inscale dengan harga relatif terjangkau. "Untuk yang balita Rp 500.000, yang timbangan khusus batita Rp 1.000.000," ucapnya.

Dengan mengikuti pameran ini, diharapkan Inscale bisa diterapkan di posyandu seluruh Indonesia dan dapat mengembangkan aplikasi Inscale sehingga bisa diakses di PlayStore dan IOS. 

Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI) Ditjen Pendidikan Vokasi Adi Nuryanto menekankan pentingnya kemitraan antara satuan pendidikan vokasi dan industri. Pada TEI 2024, terdapat sejumlah perjanjian kerja sama antara 11 perguruan tinggi vokasi (PTV) dengan enam industri asal China. Nilai kerja sama tersebut mencapai Rp 150 miliar.

Baca juga : Hima Persis Ungkap 5 Hal Positif Penjualan Avtur Dilakukan Pertamina

Adapun 11 politeknik yang terlibat yaitu Politeknik Negeri Padang, Politeknik Negeri Sriwijaya, Politeknik Negeri Bengkalis, Politeknik Negeri Batam, Politeknik Negeri Lampung, Politeknik Negeri Bandung, Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Negeri Indramayu, Politeknik Negeri Jember, Politeknik Piksi Ganesha, dan Politeknik Piksi Kebumen.

"Dana itu untuk aktivitas beasiswa, workshop, program pelatihan dan pencarian kerja, pembangunan training center, pengadaan produk pendingin udara material instalasi, guru trainer profesional, riset bersama, internship, dan transfer teknologi," ucap Adi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.