Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Angka Pernikahan Di China Ngedrop, Anak Muda Pusing Mikirin Masalah Ekonomi
Minggu, 3 November 2024 15:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - China yang telah merilis banyak langkah untuk meningkatkan angka populasinya, melaporkan penurunan pendaftaran pernikahan dalam sembilan bulan pertama di tahun 2024.
Data resmi Kementerian Urusan Sipil yang dirilis pada Jumat (1/11/2024) menyebut, sebanyak 4.747 pasangan terdaftar secara nasional pada tiga kuartal pertama tahun 2024. Secara year on year, menurut laporan Reuters, terjadi penurunan dengan angka 943 ribu.
Tahun 2023, sebanyak 5,69 juta pendaftaran pernikahan tercatat dalam sembilan bulan pertama. Meningkat dibanding tahun 2022.
Baca juga : Ajang Persahabatan Kuli Tinta, PSSI Gelar Mandiri Media Cup
Penurunan angka pernikahan ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan melonjaknya biaya hidup. Sehingga, banyak pasangan muda memutuskan menunda pernikahan.
Fenomena yang cukup meresahkan ini mendorong kebijakan pemerintah China, untuk meningkatkan populasi yang menyusut.
Belum lama ini, China merevisi rancangan undang-undang yang mempermudah pasangan untuk mendaftarkan pernikahan. Sementara prosedur perceraian dibuat menjadi lebih sulit.
Baca juga : Irigasi Perpompaan Dorong Petani Nganjuk Percepat Tanam Hingga 3 Kali Setahun
Pada tiga kuartal pertama tahun 2024, China mencatat 1.967 juta perceraian atau menurun dari angka 6.000 secara year on year.
Awal tahun ini, China melaporkan penurunan tahunan keduanya dalam kelahiran nasional. Fakta ini mendorong pemerintah untuk memberlakukan proyek dan inisiatif di kota-kota besar, demi memacu anak muda menciptakan pernikahan era baru dan budaya melahirkan anak. Dengan target menumbuhkan lingkungan melahirkan anak yang ramah.
Menikah dan memiliki anak kini menjadi topik hangat di kalangan anak muda China dalam berbagai diskusi, termasuk di media sosial.
Baca juga : Kalah 2-1 Dari China, Garuda Jangan Patah Semangat
Banyak anak muda China memilih untuk tetap melajang atau menunda menikah, karena prospek pekerjaan yang buruk. Mereka mengkhawatirkan masa depan karena pertumbuhan di ekonomi terbesar kedua di dunia sedang melambat.
Presiden China Xi Jinping bahkan mengingatkan, perempuan memiliki peran penting dan harus membangun tren baru keluarga.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya