Dark/Light Mode

Cegah Kecurangan Pilpres

Timses Harris Dan Trump Sudah Pasang Kuda-kuda

Senin, 4 November 2024 06:20 WIB
Cegah Kecurangan Pilpres Timses Harris Dan Trump Sudah Pasang Kuda-kuda

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim sukses (timses) kedua calon presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris dan Donald Trump, sudah pasang kuda-kuda alias bersiap menyambut penyelenggaraan pemilihan presiden (pilpres) yang akan digelar besok. Salah satunya, sama-sama mencegah potensi dicurangi.

Kubu Demokrat memastikan sudah menyiapkan respons cepatjika calon presiden (capres) Partai Republik Trump kembali mengeluarkan klaim kemenangan prematur seperti pada Pilpres 2020. Timses capres Partai Demokrat Kamala Harris akan menenangkan warga dari segala informasi dan konspirasi mengenai hasil pemilu.

Harris (60) tidak memberikan rincian mengenai persiapan tersebut. Namun pejabat Partai Demokrat dan tim kampanye Harris mengatakan, pertarungan melawan klaim kemenangan awal Trump (78) dapat dilakukan di pengadilan opini publik.

“Kami sangat siap jika dia (Trump) melakukan deklarasi lebih awal. Dan jika kami tahu bahwa dia benar-benar memanipulasi pers dan berusaha memanipulasi konsensus rakyat Amerika, kami siap untuk meresponsnya,” ujar Harris dikutip ABC News, awal pekan ini.

Baca juga : Kejagung Tangkap Tersangka Mantan Dirjen Perkeretaapian

Dilansir Reuters, Sabtu (2/11/2024), pihak Trump menyampaikan rencana akan mendeklarasikan kemenangan dalam pilpres secepatnya usai Tempat Pemungutan Suara (TPS) ditutup. Pemenang pilpres biasanya akan diumumkan sesegera mungkin oleh stasiun televisi besar di Negeri Paman Sam itu.

Pengumuman pemenang juga sudah bisa dilihat secara real time setelah Komisi Pemilu AS menghitung suara di tiap TPS.

Seluruh pejabat tinggi tim kampanye Harris yakin bahwa Trump pasti akan mendeklarasikan kemenangan lebih awal.

“Di pilpres lalu Trump mengklaim kemenangan, tapi ternyata dia kalah. Kami akan mencegahnya melakukan hal yang sama,” ujar sumber Partai Demokrat.

Baca juga : Naysilla Mirdad, Kangen Berat Sama Pacar

Di Pilpres 2020, Trump mendeklarasikan kemenangan sehari usai pemungutan suara. Klaimnya ini dikeluarkan sebelum pengumuman resmi tiga hari berikutnya. Kemudian, Trump dinyatakan kalah dari Joe Biden dalam Pilpres 2020. Selanjutnya, Trump menolak menerima hasil hitung resmi itu, dan menyebarkan informasi provokatif yang berujung pada penyerbuan Gedung Kongres AS, Capitol Hill, 6 Januari 2021.

Salah satu politisi Republik, yang juga rekan dekat Trump, Steve Bannon mengatakan, Trump harus mendeklarasikan kemenangannya sesegera mungkin. “Dia memang harus bangkit dan menegaskan kepada rakyat bahwa dia memenangkan pemilu ini,” tegas Bannon.

Tim kampanye Trump menegaskan akan mengawal suara di setiap TPS untuk memastikan tidak ada kecurangan. Namun, mereka tidak mau memastikan apakah benar Trump bakal mendeklarasikan kemenangan sesegera mungkin.

Salah satu pendonor Partai Republik, Bill Bean, berharap, selisih suara Harris dan Trump cukup besar. “Sehingga tidak perlu ada perselisihan dan hasil pemilu bisa diterima dengan lapang dada,” ujar Bean.

Baca juga : Libur Pun, Gibran Tetap Blusukan

Dengan hanya tersisa tiga hari dalam kampanye, sekitar 75 juta orang Amerika telah memberikan suara mereka. Menurut Lab Pemilu di Universitas Florida, hal itu sebagai tanda antusiasme pemilih. Lebih banyak lagi wargayang diperkirakan akan pergi ke TPS pada hari Minggu (3/11/2024), menjelang hari pemilihan pada Selasa (5/11/2024).

Di akhir masa kampanye, Harrisdan Trump gencar menyasar negara bagian kunci. Yaitu Arizona, Georgia, Michigan, North Carolina, Nevada, Pennsylvania, dan Wisconsin.

Kedua capres ini, Sabtu, sama-sama menggelar kampanye di Negara Bagian North Carolina. Negara bagian tersebut merupakan basis Partai Republik dalam pemilihan presiden selama hampir lima dekade terakhir. Namun tahun ini, negara bagian ini menjadi medan pertempuran kedua kubu.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.