Dark/Light Mode

Ridwan-Suswono Vs Pramono-Rano, Persaingan Pilkada Jakarta, Ketat

Abdul Aziz: Kami Bekerja Lebih Keras Dan Lebih Cerdas

Minggu, 3 November 2024 07:40 WIB
Abdul Aziz, Sekretaris DPW PKS Jakarta. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Abdul Aziz, Sekretaris DPW PKS Jakarta. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebulan menuju Pilkada, siapa yang akan menang, masih menjadi teka-teki. Seperti marathon, setiap langkah bisa menentukan hasil akhir.

Namun, data elektabilitas terbaru, walau ini masih peta jalan sementara di tengah perjalanan pasangan calon (Paslon), dapat menjadi petunjuk.

Pilkada serentak tinggal sebulan lagi. Di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jakarta, terjadi pertarungan sengit antara Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus dan PDIP. Bagaimana peta terbaru persaingan kedua koalisi ini?

LSI Denny JA baru saja melakukan survei pada 16-22 Oktober 2024 di tiga provinsi: Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jakarta.

Baca juga : BGS Luncurkan Skrining Gratis

Survei ini menggunakan metode Multi Stage Random Sampling, melibatkan wawancara tatap muka dengan 800 responden di masing-masing provinsi, dan memiliki margin of error plus-minus 3,5 persen.

Survei tersebut menunjukkan, pasangan yang didukung KIM Plus unggul di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tetapi, mereka bersaing ketat dengan pasangan yang didukung PDIP di Jakarta.

Pasangan yang diusung KIM Plus, Ridwan Kamil-Suswono, mendapat elektabilitas 37,4 persen. Berimbang dengan pasangan dari PDIP, Pramono Anung-Rano Karno (Doel), yang memperoleh 37,1 persen.

Pasangan independen, Dharma Pongrekun-Kun Wardana, mendapatkan 4,0 persen. Sementara, 21,5 persen responden, belum menentukan pilihan.

Baca juga : Demokrat Kerahkan Satgas

Mengapa pasangan yang didukung koalisi besar, KIM Plus tidak unggul signifikan di Jakarta? Setidaknya, menurut keterangan tertulis dari LSI Denny JA ini, ada beberapa alasan. Antara lain, mesin partai KIM Plus kurang efektif di Jakarta.

Banyak pemilih PKS, Golkar, PKB, Demokrat, PPP, dan NasDem cenderung memilih pasangan Pramono Anung-Rano Karno daripada pasangan yang diusung partai mereka sendiri. Ada jarak yang lebar antara keputusan elite partai dan massa pemilih partai. Sebaliknya, PDIP lebih solid karena mayoritas anggotanya mendukung pasangan ini.

Kemudian, popularitas Ridwan Kamil sebanding dengan Rano Karno, dengan angka 97 persen bagi keduanya, yang berarti tidak ada keunggulan signifikan dalam hal pengenalan figur. Untuk Jakarta, Cagub Pramono banyak didongkrak oleh Cawagubnya.

Di Jakarta, meskipun pasangan KIM Plus tetap kompetitif, tantangan dari soliditas PDIP dan popularitas tokoh seperti Rano Karno, menyebabkan persaingan yang ketat.

Baca juga : Kemenkes Berusaha Tekan Kematian Kanker Payudara

Dengan satu bulan tersisa sebelum Pilkada, peta politik terus dinamis, dan setiap strategi baru dari kedua koalisi, dapat memengaruhi hasil akhir. Demikian keterangan tertulis LSI Denny JA.

Berikut ini, wawancara dengan tim sukses Ridwan Kamil-Suswono mengenai hal tersebut.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.