Dark/Light Mode

Presiden Marcos Jr Sahkan UU Maritim Baru

Hubungan Malaysia Dan Filipina Tegang

Sabtu, 16 November 2024 06:20 WIB
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr (keempat kanan) menandatangani dua undang-undang yang memperluas wilayah maritim dan hak atas sumber daya negara tersebut, termasuk di Laut Cina Selatan, Jumat (8/11/2024).
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr (keempat kanan) menandatangani dua undang-undang yang memperluas wilayah maritim dan hak atas sumber daya negara tersebut, termasuk di Laut Cina Selatan, Jumat (8/11/2024).

 Sebelumnya 
Karena itu, China mende­sak Filipina menghormati ke­daulatan teritorial dan kepentingan maritim China.

“Segera berhenti mengambil tindakan sepihak apa pun yang dapat memperluas perselisihan dan memperumit situasi,” tegas Mao.

Marcos Jr dalam pernyataan­nya menjelaskan bahwa dua UU yang ditandatanganinya itu merupakan perwujudan komit­men Filipina menegakkan tatanan berbasis aturan internasional dan untuk melindungi hak-hak Manila dalam mengeksploitasi sumber daya alam secara damai di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Baca juga : Mantan Plt Karutan Mengaku Dapat Jatah Rp 10 Juta/Bulan

“Undang-Undang Zona Mari­tim dan Undang-Undang Alur Laut Kepulauan menggarisbawa­hi pentingnya identitas maritim dan kepulauan,” kata Marcos.

Dengan UU ini, pihaknya menyelaraskan hukum domestik dengan norma-norma internasi­onal. Khususnya Konvensi Per­serikatan Bangsa-Bangsa ten­tang Hukum Laut (UNCLOS), sehingga meningkatkan kapasi­tas tata kelola dan memperkuat kebijakan maritim kita untuk pembangunan ekonomi dan keamanan nasional.

Undang-Undang Alur Laut Kepulauan menetapkan rute laut dan udara tertentu untuk kapal dan pesawat asing di perairan Filipina di Laut China Selatan.

Baca juga : Tamara Tyasmara, Dikasarin Dan Dibohongi Yudha

Sedangkan Undang-Undang Zona Maritim mendefinisi­kan wilayah yang juga diklaim China, tetapi tetap berada di bawah kedaulatan dan yurisdiksi Manila.

UU ini ditandatangani di ten­gah latihan militer Filipina yang melibatkan sekitar 3.000 per­sonel dari angkatan laut, angka­tan udara dan darat. Termasuk operasi perebutan pulau dan pendaratan amfibi di Laut China Selatan. MEL

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Sabtu, 16 November 2024 dengan judul "Presiden Marcos Jr Sahkan UU Maritim Baru, Hubungan Malaysia Dan Filipina Tegang"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.