Dark/Light Mode

Wawancara Eksklusif Dengan Director of the Office of Cooperative Threat Reduction Kementerian Luar Negeri AS, Ryan Taugher

Siapa Pun Presidennya, Kerja Sama Biosecurity Jalan Terus

Senin, 18 November 2024 06:20 WIB
Director of the Office of Cooperative Threat Reduction Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat Ryan Taugher melakukan wawancara dengan tim Rakyat Merdeka di Jakarta, Kamis (15/11/24). Foto: KHAIRIZAL ANWAR/RAKYAT MERDEKA/RM.ID
Director of the Office of Cooperative Threat Reduction Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat Ryan Taugher melakukan wawancara dengan tim Rakyat Merdeka di Jakarta, Kamis (15/11/24). Foto: KHAIRIZAL ANWAR/RAKYAT MERDEKA/RM.ID

 Sebelumnya 
Berapa banyak dana yang telah digelontorkan untuk program ini?

Sejak 2007 sudah ada 30 juta dolar AS yang disalurkan di Indonesia. Dan kami sudah

bekerja sama dengan sejumlah organisasi, baik itu Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Ilmu Pengetahuan, Kementerian Dalam Negeri.

Kami juga sudah bekerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Universitas

Airlangga, One Health Collaboration Center. Kami sudah bekerja sama dengan Asosiasi Biorisiko Indonesia, Ikatan Dokter Hewan Indonesia, sejumlah pemangku kepentingan di seluruh Indonesia.

Bisa anda sebutkan kerja sama yang lebih spesifik?

Misalnya, di Kementerian Pertanian, di Pusat Penelitian Nasional untuk Ilmu Kedokteran Hewan di Bogor, Jawa Barat, kami telah menetapkan biosafety officer sebagai posisi profesional berbayar di laboratorium pusat investigasi penyakit (Disease Investigation Center Laboratory).

Baca juga : Tom Ajukan 4 Gugatan, Kejagung Siap Melawan

Kami telah mendukung pembentukan Asosiasi Risiko Hayati (Biorisk Association) Indonesia, dan jaringan Laboratorium Kesehatan Terpadu (One Health Laboratory), untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik di seluruh Indonesia dan di seluruh dunia.

Jadi, kami telah melakukan banyak pekerjaan, yang membuat kami sangat bangga dan berterima kasih kepada mitramitra Indonesia dari seluruh negeri. Dan kami berharap dapat terus melakukannya selama bertahun-tahun mendatang.

Bagaimana Indonesia berperan di bidang ini dalam memperkuat keamanan regional di Asia Tenggara?

Indonesia adalah mitra yang sangat penting bagi Amerika Serikat. Seperti yang saya katakan, salah satu tujuan utama Kedutaan Besar AS adalah bekerja sama dengan mitra-mitra kami di Indonesia untuk memperkuat kemampuan Indonesia dalam mendeteksi, melindungi, dan menanggapi potensi wabah biologis.

Dan Kedutaan Besar AS di sini benar-benar berkomitmen memperkuat kemitraan tersebut dan di seluruh dunia dengan cara yang aman dan berkelanjutan.

Apa Anda juga bertemu pejabat pemerintah Indonesia?

Sayangnya, kunjungan ini sangat singkat, jadi saya belum dapat bertemu dengan semua mitra. Saya harus kembali lagi nanti. Saya perlu melihat lebih dari sekadar Jakarta saat kita bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan di sini.

Baca juga : Richelle Skornicki, Heboh Dipacari Aliando

Dari pandemi Covid-19, apa pelajaran yang dapat dipetik?

Pandemi Covid-19 menggambarkan kepada kita semua, pentingnya pencegahan penyakit, deteksi penyakit, respons penyakit, perlunya memiliki kesehatan masyarakat yang kuat, bekerja sama lintas Pemerintah, industri, akademisi, dan sebagainya. Semua itu telah dilakukan BEP di Indonesia bertahun-tahun sebelum pandemi.

Seperti yang saya katakan, kami mulai di sini pada 2007, ketika terjadi wabah flu burung. Jadi kita harus selalu bekerja sama untuk terus maju, meningkatkan, dan mengembangkan keterampilan ini. Dan program BEP dengan senang hati melakukannya.

Seperti yang kita tahu, Donald Trump saat menjadi presiden pernah melakukan tindakan yang sangat kontroversial di masa pandemi Covid-19. Apakah program ini akan berlanjut di bawah Pemerintahan berikutnya, Presiden Donald Trump?

BEP telah menjadi prioritas kantor kami. Itu adalah sesuatu yang telah kami komitmenkan selama bertahun-tahun, karena ini adalah isu yang sangat penting. Bekerja dengan mitra-mitra untuk memperkuat kemampuan Indonesia dalam mencegah, mendeteksi, dan menanggapi ancaman-ancaman kesehatan yang baru muncul ini. Jadi, siapapun Presidennya, program ini akan terus berlanjut.

Kami telah memiliki banyak presiden yang berbeda selama 17 tahun terakhir, dan tentu saja,

pekerjaan kami terus berlanjut, dan saya berharap akan ada lebih banyak kerja sama di Indonesia.

Baca juga : Di KTT APEC, Prabowo Jadi Bintangnya

Sebagai Director of the Office of Cooperative Threat Reduction (CTR) bantuan apa yang anda tawarkan kepada Pemerintah Indonesia dalam menghadapi ancaman teroris?

BEP sangat penting karena menyediakan berbagai tindakan, prosedur, untuk melindungi bahan biologis dari potensi akses tidak sah, seperti teroris atau lainnya, sehingga tidak dapat dicuri, tidak dapat hilang, tidak dapat disalahgunakan. (*)

Sebagai revisi edisi cetak, kalimat “Seperti yang kita tahu, Donald Trump saat menjadi presiden pernah melakukan tindakan yang sangat kontroversial dimasa pandemi Covid-19” adalah bagian dari pertanyaan, bukan jawaban Ryan Taugher. 
Artikel di atas merupakan Wawancara Eksklusif Dengan Director of the Office of Cooperative Threat Reduction Kementerian Luar Negeri AS, Ryan Taugher Siapa Pun Presidennya, Kerja Sama Biosecurity Jalan Terus. 

Terbit di Harian Rakyat Merdeka, Halaman 14, edisi Senin 18 November 2024.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.