Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dorong Ekspor Ke Jepang, APP Japan Limited Raih Primaduta Award 2024
Jumat, 22 November 2024 13:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - APP Japan Limited menerima penghargaan bergengsi Primaduta Award 2024. Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam meningkatkan ekspor produk kertas dan tisu asal Indonesia ke Jepang.
Baca juga : United Tractors Raih Penghargaan Global Corporate Sustainability Award 2024
APP Japan Limited dinilai telah memainkan peran strategis dalam mempromosikan produk Indonesia di pasar Jepang, menjadikan sektor kertas dan tisu salah satu komoditas unggulan ekspor.
Baca juga : Pertamina Gas Raih Penghargaan Internasional di BIXPO Awards 2024
“Kami berharap, prestasi ini agar terus dipertahankan dan ditingkatkan. Demikian juga kepada importir produk Indonesia lainnya di Jepang, termasuk kalangan UMKM, agar semakin meningkatkan kinerja ekspor ke negeri ini. KBRI Tokyo siap mendukung para pelaku usaha untuk semakin memperkuat hubungan ekonomi, khususnya perdagangan antara Indonesia dan Jepang.” ujar Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Heri Akhmadi saat penyerahan Primaduta Award 2024 kepada APP Japan Limited, di Wisma Duta Besar RI Tokyo, Jepang, Kamis (21/11) .
APP Japan Limited berhasil menyisihkan 171 perusahaan yang diseleksi pada kategori tersebut, dari total 335 perusahaan yang mendaftar untuk mendapatkan Primaduta Award 2024. Penilaian dilakukan oleh 20 Kementerian dan Lembaga yang terkait di Indonesia. Penilaian tidak hanya mencakup nilai impor produk dari Indonesia, melainkan juga dalam aspek kepatuhan terhadap syarat keberterimaan impor produk yang berlaku di pasar Jepang.
Kinerja APP Japan sekaligus menjadi bukti nyata upaya diplomasi ekonomi KBRI Tokyo, dalam menjaga kinerja ekspor positif produk kertas dan tisu Indonesia di Jepang. Berdasarkan data yang ada, saat ini produk kertas dan tisu Indonesia melalui APP Japan mampu menguasai lebih dari 20% pangsa pasar produk tersebut di Jepang dengan rata-rata nilai impor USD 300 juta per tahun.
"Pemilihan APP Japan Limited sebagai penerima Primaduta Award 2024 sudah sangat tepat, karena tidak hanya penilaian dari aspek nilai impor yang terus positif melainkan juga terhadap komitmennya dalam menjaga eksistensi produk Indonesia di pasar Jepang," tegas Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor, Kementerian Perdagangan RI, Arief Wibisono, yang hadir dalam penyerahan anugerah Primaduta Award 2024.
APP Japan Limited merupakan perusahaan yang berawal sebagai subsidiary company dari Sinar Mas Group Indonesia, dan telah hadir di Jepang sejak 30 tahun yang lalu. Selain APP Japan Limited, didirikan juga subsidiary company Universal Paper Co. Ltd, yang fokus pada penjualan produk tisu dengan brand "Livi" dan kini mewarnai pasar di Jepang.
"Salah satu kunci bagi produk impor APP Japan bisa bertahan di pasar Jepang, adalah brand image yang diperkuat dengan kontribusi nyata untuk turut melestarikan hutan di Indonesia, hal ini tentunya meningkatkan kepercayaan konsumen Jepang untuk terus membeli produk kertas dan tisu dari Indonesia. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah RI melalui KBRI Tokyo. Penghargaan ini menambah semangat kami untuk terus mendukung laju ekspor Indonesia di Jepang" jelas Representative Director dari APP Japan Limited, Tan Ui Sian.
Sejak 2010, APP Japan bersama mitra retail utama di Jepang, Askul, meluncurkan program '1 Box 2 Trees', di mana setiap penjualan 1 box produk kertas, maka APP akan menanam 2 bibit pohon untuk mendukung pelestarian hutan berkelanjutan. Komitmen ini terus berlanjut di tahun 2020, dimana APP Japan bekerja sama dengan Yayasan Belantara, meluncurkan program Restorasi Hutan dan mengajak seluruh mitra distributor/retailer Jepang turut berkontribusi dalam program ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya