Dark/Light Mode

Jelang Voting Impeachment Tahap Kedua Hari Ini

Dukungan Ke Presiden Korsel Terjun Bebas…

Sabtu, 14 Desember 2024 06:20 WIB
Para pengunjuk rasa yang menyerukan pemakzulan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol, mengantre untuk mendapatkan kopi gratis dari relawan truk kopi, di dekat Majelis Nasional di Seoul, Korea Selatan, Jumat (13/12/2024). Foto: REUTERS/KIM SOO-HYEON
Para pengunjuk rasa yang menyerukan pemakzulan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol, mengantre untuk mendapatkan kopi gratis dari relawan truk kopi, di dekat Majelis Nasional di Seoul, Korea Selatan, Jumat (13/12/2024). Foto: REUTERS/KIM SOO-HYEON

RM.id  Rakyat Merdeka - Karier politik Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol, makin di ujung tanduk. Desakan mundur kepada Yoon, semakin menguat. Pemimpin oposisi Lee Jae Myun menegaskan, cara terbaik untuk Yoon adalah memakzulkannya.

Tingkat dukungan kepada Yoon terjun bebas menjadi hanya 11 persen. Turun 5 persen dari survei pekan lalu, menjelang voting mosi tidak percaya, Sabtu (14/12/2024). Tiga perempat atau 75 persen responden meminta Yoon dimakzulkan.

Jajak pendapat tersebut melibatkan 1.002 responden di seluruh negeri dan margin error plus atau minus 3,1 poin persentase.

Hasil jajak pendapat mingguan itu dirilis Jumat (13/12/2024) oleh Gallup Korea, usai oposisi Korsel mengajukan mosi tak percaya kedua terhadap Yoon pada Kamis (12/12/2024).

Baca juga : Crazy Rich Surabaya Dituntut Bayar Ganti Rugi Rp 1,1 Triliun

Namun, peluang untuk meloloskan pemakzulan (impeachment) dalam pemungutan suara yang akan berlangsung Sabtu (14/12/2024), tampaknya akan lebih tinggi daripada sebelumnya.

Pasalnya, lebih banyak anggota parlemen kubu berkuasa, Partai Kekuatan Rakyat (PPP) sebagai pengusung Yoon, mengindikasikan bahwa mereka akan mendukung mosi tersebut.

“Pemakzulan adalah satu-satunya cara mengakhiri kekacauan ini dengan cepat dan aman,” kata Lee Jae-myung dikutip dari Reuters, saat dia mendesak anggota parlemen partai berkuasa bergabung menggulingkan Yoon.

“Sejarah akan mengingat pilihan Anda,” tegasnya.

Baca juga : Kibas Rambut Depan Suami Jessica Iskandar

Pihak oposisi membutuhkan setidaknya delapan suara dari partai yang berkuasa untuk mengamankan 200 suara di parlemen guna meloloskan mosi tersebut. Tujuh anggota partai Yoon sejauh ini telah mengisyaratkan bahwa mereka akan mendukung pemakzulan tersebut.

Langkah Yoon memberlakukan darurat militer pada 3 Desember lalu dibatalkan dalam enam jam. Namun hal itu menjerumuskan Negeri Ginseng ke dalam krisis konstitusional dan seruan luas agar dia mengundurkan diri karena melanggar hukum.

Yoon selamat dari upaya pertama pemakzulan, seminggu lalu. Ketika itu, sebagian besar anggota partai, termasuk pemimpin PPP Han Dong-hoon, memboikot pemungutan suara.

Yoon membela keputusannya menerapkan darurat militer pada 3 Desember sebagai bentuk membela negara. Dia juga membantah pengerahan personel militer ke Majelis Nasional saat darurat militer merupakan bentuk pemberontakan.

Baca juga : RK Legowo, Pram Senang

Dalam pidato yang disiarkan ke publik, Kamis (12/12/2024), Yoon berdalih menggunakan wewenangnya untuk mendeklarasikan darurat militer demi melindungi negara dan menormalkan urusan pemerintahan.

Dia juga bertekad akan menghadapi pemakzulan atau penyelidikan kriminal yang menargetkannya. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Sabtu, 14 Desember 2024 dengan judul "Jelang Voting Impeachment Tahap Kedua Hari Ini, Dukungan Ke Presiden Korsel Terjun Bebas…"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.