Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kedutaan Besar Turki Di Suriah Kembali Beroperasi Setelah 12 Tahun Tutup
Minggu, 15 Desember 2024 15:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bendera Turki akhirnya kembali berkibar di Kantor Kedutaan Besar-nya di Ibu Kota Suriah, Damaskus, Sabtu (14/12/2024). Seiring kembali beroperasinya perwakilan negara di Suriah, setelah 12 tahun tutup.
Kedutaan Besar Turki di Suriah yang telah menghentikan operasinya pada tahun 2012, dibuka kembali di bawah pimpinan Burhan Koroglu, Duta Besar Turki untuk Mauritania, sebagai penjabat kuasa usaha.
Melansir Anadolu, Koroglu resmi ditugaskan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan untuk posisi tersebut, pada Kamis (12/12/2024).
Fidan pun menyampaikan harapan baiknya atas beroperasinya kembali Kedutaan Besar Turki di Suriah.
Baca juga : Numpang Tidur Di 500 Rumah Berbeda Selama Lima Tahun
“Kedutaan Besar kami di Damaskus telah memulai kegiatannya lagi. Semoga sukses,” tulis Fidan, yang juga memasang foto kedutaan besar di platform media sosial X, Sabtu (14/12/2024).
Kedutaan Besar Turki di Damaskus berada di dekat Rawda Square. Wilayah ini juga dihuni oleh misi diplomatik dari beberapa negara lain.
Setelah tindakan keras rezim terhadap pengunjuk rasa damai, Kedutaan Besar Turki di Damaskus tetap memberikan pelayanan hingga tahun 2011.
Namun, Kedutaan Besar Turki menghentikan kegiatan operasionalnya pada 26 Maret 2012. Seluruh staf kedutaan dan pihak keluarga pun kembali ke Turki.
Baca juga : Dampaknya Besar Ke Ekonomi, Pemerintah Diminta Kaji Lagi PPN 12 Persen
Sejak jatuhnya rezim Bashar Assad pada awal Desember 2024, Konsulat Jenderal Suriah di Istanbul terus beroperasi tanpa gangguan.
“Kami gembira melihat kedutaan kami di Damaskus kembali beroperasi setelah 12 tahun, dengan pengibaran bendera kesayangan kami,” kata Wakil Presiden Turki Cevdet Yilmaz via X.
“Pembukaan kembali kedutaan kami merupakan salah satu langkah paling konkret yang mencerminkan komitmen kami terhadap stabilitas Suriah, serta untuk membina perdamaian dan kerja sama di kawasan kami,” tambahnya.
Yilmaz optimistis, keterlibatan diplomatik Turki dengan Suriah akan memberikan kontribusi terhadap normalisasi kehidupan rakyat Suriah. Serta mendukung pembangunan kembali kondisi kelembagaan, ekonomi, dan fisik negara tersebut.
Baca juga : Keliling Dunia Nyeker Selama Enam Tahun
"Saya mendoakan, Kedutaan Besar kami di Damaskus dapat meraih kesuksesan besar. Saya menyampaikan rasa terima kasih kepada semua orang yang telah berkontribusi terhadap pencapaian ini," paparnya.
Assad, pemimpin Suriah selama hampir 25 tahun, melarikan diri ke Rusia setelah kelompok anti-rezim menguasai Damaskus pada 8 Desember 2024. Kepergian Assad mengakhiri rezim Partai Baath, yang telah berkuasa di Suriah sejak 1963.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya