Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dirjen WHO Jadi Saksi Serangan Biadab Israel Di Bandara Yaman
Jumat, 27 Desember 2024 07:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros dan staf PBB lainnya menjadi saksi biadab serangan udara Israel, saat berada di Bandara Internasional Yaman di Sanaa, Kamis (26/12/2024).
Dalam sebuah postingan media sosial, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkap, dia dan stafnya hendak menaiki pesawat ketika bandara tersebut diserang bom udara.
"Salah satu awak pesawat kami terluka. Dua orang di bandara tersebut tewas,” kata Tedros seperti dikutip BBC, Jumat (27/12/2024).
Media yang dikelola Houthi menyebut, serangan yang antara lain menghantam pembangkit listrik dan pelabuhan itu telah menewaskan sedikitnya tiga orang dan lebih dari selusin lainnya terluka.
Houthi, kelompok pemberontak yang didukung Iran menggambarkan serangan tersebut sebagai hal yang biadab, setelah Israel mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Baca juga : Jadi Tersangka, Kapan Hasto Ditahan? Ini Jawaban KPK
Masih belum diketahui pasti, apakah korban tewas merupakan warga sipil ataukah pemberontak Houthi.
Dalam pernyataannya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan, jet tempurnya telah melakukan serangan berbasis intelijen terhadap target militer milik rezim teroris Houthi di pantai barat dan pedalaman Yaman.
"Mereka menargetkan infrastruktur militer di Bandara Internasional Sanaa serta pembangkit listrik Hezyaz dan Ras Kanatib, dan lokasi di pelabuhan Al-Hudaydah, Salif dan Ras Kanatib di pantai barat," papar IDF.
Tak lama setelah serangan itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, pihaknya akan terus memotong lengan teror poros kejahatan Iran, hingga misinya tuntas.
"Kami baru saja memulai dengan Houthi," ujar Netanyahu.
Baca juga : Robert Lewandowski Yakin Barcelona Bisa Juara La Liga
Kepala Komite Revolusioner Tertinggi Houthi, Mohammed Ali al-Houthi, menyebut serangan itu biadab dan agresif. Dia memastikan, konfrontasi dengan arogansi Amerika dan Israel akan terus berlanjut hingga konflik di Gaza berakhir.
Korban Lika akibat serangan di bandara Sanaa mengingormasikan kepada penyiar Al Masirah yang dikelola Houthi, bahwa landasan pacu diserang tiga kali sebelum menara kontrol bandara diserang.
Seorang pria, yang mengidentifikasi dirinya sebagai Dr. Abbas Rajeh mengungkap, rumah sakit polisi tempatnya bekerja merawat 10 pasien dalam serangan tersebut. Satu meninggal, lainnya kritis, luka ringan atau patah tulang.
Iran menggambarkan serangan itu sebagai pelanggaran nyata terhadap perdamaian dan keamanan internasional.
Pemberontak Houthi telah menyerang Israel sejak bulan-bulan pertama perang Gaza, pada Oktober 2023. Serangan rudal Houthi pekan lalu, melukai lebih dari selusin orang di Israel.
Baca juga : Unicharm Gandeng Walikota Jakarta Selatan Berikan Edukasi Kesetaraan Gender
Israel telah melakukan serangan berkala terhadap Houthi sebagai balasan.
Awal minggu ini, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz mengatakan, negara itu bersiap menyerang keras Houthi, dan memenggal" kepemimpinan kelompok tersebut.
Houthi adalah kelompok politik dan agama bersenjata yang didukung oleh Iran. Kelompok itu telah menguasai sebagian besar wilayah Yaman barat, termasuk ibu kota Sanaa, sejak menggulingkan pemerintah yang diakui secara internasional pada tahun 2015.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya