Dark/Light Mode

Dijaga & Dilindungi Paspampres

Yoon Gagal Ditangkap

Sabtu, 4 Januari 2025 04:20 WIB
Saling Dorong: Para pengunjuk rasa anti-Yoon bentrok dengan polisi saat mereka bergerak menuju kediaman resmi Presiden Korea Selatan yang dimakzulkan, Yoon Suk Yeol. Mereka turun ke jalan setelah tim investigasi tidak dapat mengeksekusi surat perintah penangkapan, Jumat (3/1/2025), di Seoul, Korea Selatan, 3 Januari 2025. (Foto Reuters/Kim Hong-Ji)
Saling Dorong: Para pengunjuk rasa anti-Yoon bentrok dengan polisi saat mereka bergerak menuju kediaman resmi Presiden Korea Selatan yang dimakzulkan, Yoon Suk Yeol. Mereka turun ke jalan setelah tim investigasi tidak dapat mengeksekusi surat perintah penangkapan, Jumat (3/1/2025), di Seoul, Korea Selatan, 3 Januari 2025. (Foto Reuters/Kim Hong-Ji)

 Sebelumnya 
Dilansir Reuters, penyidik senior CIO Lee Dae Hwan dan 20 rekannya berupaya memasuki kediaman Yoon dengan berjalan kaki dan menembus barikade bus dan polisi. Tim Lee, yang tiba di kompleks kediaman Yoon pada pukul 6 pagi waktu setempat, baru bisa berdiri di depan pagar Yoon pada pukul 7 pagi. Di sana mereka kembali dicegat barikade bus dan mobil polisi.

Petugas keamanan Yoon bernegosiasi dengan penyelidik CIO, yang terus berupaya melakukan penangkapan atas Yoon. Tim hukum Yoon, yang berlari ke kediaman tersebut dan diizinkan masuk, mengecam upaya tersebut.

Pengacara Yoon, Yoon Kap Keun mengatakan bahwa surat penahanan yang dipegang CIO tidak sah. Dia juga menegaskan bahwa upaya penangkapan Yoon sudah melanggar hukum dan mereka akan mengambil tindakan hukum.

Baca juga : Yoon Suk Yeol Gagal Ditahan Setelah 6 Jam Dihalangi Paspamres

Sekitar 2.700 polisi dan 135 bus polisi berjaga di area sekitar kediaman Yoon untuk mengamankan proses penangkapan. Massa pendukung Yoon berjumlah hingga 1.000 orang juga ikut duduk di sekitar area kediaman Yoon.

“Kami harus menghalangi mereka meski nyawa harus dipertaruhkan,” sorak sejumlah pendukung Yoon dikitip AFP, Jumat (3/1/2025).

Beberapa lainnya meneriakkan, “Presiden Yoon Suk Yeol akan dilindungi oleh rakyat.” Mereka bahkan menuntut Kepala CIO ditahan.

Baca juga : Amankan Proses Penangkapan Yoon, 2.700 Aparat Dikerahkan

Analis senior dari konsultan risiko politik Eurasia Group Jeremy Chan mengatakan, para pejabat terpaksa melakukan penangkapan karena penolakan Yoon mematuhi perintah penyelidik. Yoon sudah tiga kali menolak panggilan untuk diinterogasi.

Chan menilai, CIO memang ditugaskan untuk menyelidiki tuduhan pemberontakan yang sah terhadap Yoon. Surat perintah penangkapan yang dipegang CIO saat ini berlaku hingga 6 Januari nanti. Jika Yoon berhasil ditangkap, mereka punya 48 jam mengajukan surat penahanan Yoon atau membebaskannya.

Dilansir Yonhap, jika berhasil ditangkap, Yoon diperkirakan akan ditahan di Pusat Penahanan Seoul.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.