Dark/Light Mode

Disebut Pemimpin Berpengaruh Dunia

Prabowo Sejajar Trump Dan Jinping

Minggu, 5 Januari 2025 08:16 WIB
Presiden, Prabowo Subianto. (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Presiden, Prabowo Subianto. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

 Sebelumnya 
Untuk mencapai target tersebut, Prabowo bergantung pada upaya menarik investasi infrastruktur besar-besaran yang dirancang untuk meningkatkan konektivitas dan produktivitas di seluruh kepulauan Indonesia.

“Hal ini juga bertujuan untuk memperkuat posisi negara sebagai tujuan utama investasi asing langsung yang menarik,” tulis media tersebut.

Dalam artikel tersebut, disebutkan Prabowo akan mendorong Indonesia untuk tampil lebih go internasional. Prabowo akan mendorong Indonesia untuk tampil lebih tegas dalam kelompok multilateral. Salah satu kebijakan Prabowo adalah pengumuman status kemitraan Indonesia dengan kelompok BRICS yang dilakukan dalam hitungan hari setelah dilantik sebagai presiden.

Baca juga : Kebutuhan Negara Terpenuhi, Kepentingan Rakyat Terjaga

BRICS adalah kelompok yang terdiri dari lima negara besar, yaitu Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, yang bekerja sama dalam bidang ekonomi dan politik global. Bahkan, Prabowo mendeklarasikan Indonesia dengan populasi terbesar di Asia Tenggara siap untuk menjadi anggota penuh BRICS.

Tak hanya membahas kebijakan luar negeri, Straits Times juga mengulas gaya kepemimpinan Prabowo yang dianggap tidak konvensional. Tidak kaku. Salah satu contohnya terlihat saat Prabowo memerintahkan anggota Kabinet untuk mengikuti pelatihan militer di Akademi Militer Magelang.

“Bahkan saat menelepon Trump, Prabowo mengatakan bahwa dia akan pergi ke mana pun di dunia untuk bertemu dengannya,” tulis media itu.

Baca juga : Eko Hendro Purnomo: Tak Adil Menunjuk Satu Regulasi Saja

Media ini juga menyoroti Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang menemukan sekutu kuat dalam diri Prabowo. Prabowo dianggap dapat memberikan dukungan signifikan bagi pencapaian Malaysia di ASEAN. Dukungan ini diharapkan dapat memfasilitasi investasi lintas batas, meningkatkan konektivitas rantai pasokan, dan mendukung pembangunan berkelanjutan, yang sejalan dengan penekanan pemerintahannya pada “pembangunan yang berorientasi pada pertumbuhan.”

Media ini juga menyoroti posisi Indonesia terkait rivalitas antara China dan Amerika Serikat di Asia Pasifik. Menurut media tersebut, pendekatan kebijakan luar negeri Prabowo memicu perdebatan tentang langkah-langkah yang diambil untuk melayani kepentingan strategis nasional.

Para pengamat akan memantau secara cermat langkah Prabowo dalam mengarungi keseimbangan global dan mengelola kritik domestik terhadap keputusan internasionalnya.

Baca juga : Mirah Sumirat: Terjadi Kerusakan Rantai Distribusi

“Dalam hal ini, mungkin aktivisme global Bapak Prabowo menggambarkan satu kebenaran: Para pemimpin membutuhkan dukungan kuat di dalam negeri, sehingga mereka dapat mengarahkan negaranya melalui masa-masa yang penuh tantangan,” demikian analisis Straits Times. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.