Dark/Light Mode

Kebakaran LA, Trump Sebut Pejabat AS Tidak Becus

Senin, 13 Januari 2025 23:04 WIB
Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump berpidato setelah pertemuan dengan anggota Kongres dari Partai Republik di Kongres AS,  Washington DC, 8 Januari 2025. (Foto Reuters/Jeenah Moon)
Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump berpidato setelah pertemuan dengan anggota Kongres dari Partai Republik di Kongres AS, Washington DC, 8 Januari 2025. (Foto Reuters/Jeenah Moon)

 Sebelumnya 
Dalam beberapa hari terakhir, pejabat di California menghadapi kritik usai kebakaran meluas. Kritik itu kebanyakan soal kesiapan Pemerintah Daerah dalam menghadapi kebakaran yang begitu cepat meluas.

Wali Kota Los Angeles Karen Bass juga menghadapi pertanyaan soal peringatan dini kebakaran yang memadai, sumber air yang cukup untuk memadamkan api, hingga posisi dia saat kebakaran awal terjadi.

Baca juga : Cybertruck Meledak Di Depan Hotel Trump, Elon Musk Sebut Karena Kembang Api

Los Angeles dilanda kebakaran sejak Selasa (7/1/2025). Sejauh ini wilayah yang mengalami kebakaran Pacific Palisades, Eaton, San Gabriel, Hurst, Lembah San Fernando, Kenneth, hingga dekat Ventura County.

Demi membantu upaya pemadaman, CNN memberitakan, 931 narapidana dilibatkan memadamkan kebakaran di LA. Departemen Pemasyarakatan dan Rehabilitasi California melibatkan narapidana untuk mencegah kebakaran meluas.

Baca juga : Pake Transjakarta, LRT Dan MRT Aja, Cuma Rp 1 Saat Malam Tahun Baru

Para napi dibayar 5,80 dolar AS (Rp 95 ribu) dan 10,24 dolar AS (Rp 166 ribu) per hari oleh Departemen Pemasyarakatan dan Rehabilitasi California. Bayaran yang diberikan terantung keterampilan para napi.

Selain itu, ada bayaran tambahan 1 dolar AS (Rp 16 ribu) per jam dari Cal Fire jika dalam keadaan darurat. Para napi kebanyakan menerima dua hari tambahan libur dari hukuman mereka setiap kali bekerja.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.