Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gencatan Senjata Israel-Hamas Ditunggu
Kabinet Netanyahu Mengulur-ulur Waktu
Sabtu, 18 Januari 2025 07:00 WIB
Sebelumnya
Di tengah harap-harap cemas ini, sejumlah pengamat pesimistis Israel akan mengikuti kesepakatan ini.
Pengamat hubungan internasional Universitas Islam Indonesia Hasbi Aswar menilai, Israel pada dasarnya memang tidak ingin keluar dari Gaza.
“Sedangkan Hamas sudah ada lama di Palestina dan dianggap Israel sebagai ancaman,” katanya.
Baca juga : Zulhas: Tubuh Sehat, Otaknya Juga Cerdas
Dia juga melihat kondisi pemerintahan di Israel yang terbelah soal perang di Gaza.
“Ada yang ingin gencatan senjata, tapi banyak pula pendukung Netanyahu ingin perang tetap dilanjutkan. Mereka belum betul-betul yakin Hamas tidak akan mengancam mereka,” ujarnya, dikutip dari YouTube TVRI.
Kendati begitu, dia optimistis gencatan senjata bisa berlangsung. Karena, gencatan senjata di Jalur Gaza akan membuat bantuan kemanusiaan bisa masuk, proses rekonstruksi Gaza akan bisa dilaksanakan dan menghentikan jatuhnya korban jiwa.
Baca juga : Jurang Si Kaya Dan Si Miskin Kian Jomplang
Pengamat Timur Tengah Universitas Gadjah Mada (UGM) Siti Mutiah Setiawati mengatakan, gencatan senjata Israel-Hamas hanya wacana Presiden AS Joe Biden di akhir masa jabatannya.
Dia mengatakan, serangan Israel di Gaza masih berlangsung seperti yang terjadi di kamp pengungsi Nuseirat yang menewaskan sedikitnya 24 orang.
“Itu artinya, genosida masih berlangsung. Tidak ada niat baik dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghentikan perang,” cetus Mutiah. DAY
Baca juga : Arsenal Vs Aston Villa, Meriam London Incar Kursi Puncak
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Sabtu, 18 Januari 2025 dengan judul "Gencatan Senjata Israel-Hamas Ditunggu, Kabinet Netanyahu Mengulur-ulur Waktu"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya