Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Hasil Survei BPS Di Jakarta
Jurang Si Kaya Dan Si Miskin Kian Jomplang
Sabtu, 18 Januari 2025 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Hasil survei sosial ekonomi nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) teranyar menyebutkan, angka kemiskinan di Jakarta mengalami penurunan. Meski begitu, jurang pendapatan kelas atas dan bawah, semakin lebar alias jomplang.
Ketimpangan sosial di Jakarta meningkat pada tahun 2024. Berdasarkan hasil Susenas BPS DKI Jakarta, Rasio Gini pada Maret terpotret 0,423 pada Maret 2024 menjadi 0,431 pada September 2024.
Rasio Gini atau Indeks Gini adalah ukuran tingkat ketimpangan pendapatan antar penduduk suatu wilayah. Nilai Rasio Gini yang mendekati 1 menunjukkan ketimpangan pendapatan yang tinggi. Nilai Rasio Gini yang mendekati 0 menunjukkan ketimpangan pendapatan yang rendah.
Baca juga : Arsenal Vs Aston Villa, Meriam London Incar Kursi Puncak
Nilai Rasio Gini yang sama dengan 0 menunjukkan pemerataan pendapatan yang sempurna. Nilai Rasio Gini yang sama dengan 1 menunjukkan ketimpangan pendapatan yang sempurna. Kenaikan rasio gini di Jakarta menegaskan gap pendapatan penduduk kelas atas dan kelas bawah menjadi semakin lebar.
Pada September 2024, ketimpangan di Jakarta tertinggi dan di atas rata-rata nasional, yakni sebesar 0,381. Namun demikian, Kepala BPS DKI Jakarta Nurul Hasanudin menuturkan, hasil Susenas juga mencatat persentase penduduk miskin pada September 2024 sebesar 4,14 persen. Jumlah itu menurun 0,16 persen poin terhadap Maret 2024 sebesar 4,30 persen.
“Penurunan persentase jumlah penduduk miskin ini menjadi hal yang sangat baik. Ini menunjukkan pengendalian inflasi berjalan baik karena related dengan kebutuhan masyarakat,” kata Hasanudin saat merilis profil kemiskinan September 2024, Rabu (14/1/2025).
Baca juga : Kalahkan Cavs Di Laga Lanjutan NBA, Thunder ‘Balas Dendam’
Hasanudin membeberkan, jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta pada September 2024 tercatat sebesar 449,07 ribu orang. Jumlah itu menurun 15,86 ribu orang dibandingkan Maret 2024 sebanyak 464,93 ribu orang.
Data itu, papar Hasanudin, diperoleh dari hasil potret besaran konsumsi rumah tangga. Pada September 2024 terpotret rata-rata rumah tangga miskin di DKI Jakarta memiliki 5,01 anggota rumah tangga.
Hasil Susenas September 2024 juga mencatat, selama Maret sampai September 2024, Garis Kemiskinan naik sebesar 2,52 persen, dari Rp 825.288 per kapita per bulan pada Maret 2024, menjadi Rp 846.085 per kapita per bulan pada September 2024.
Baca juga : 100 Hari Prabowo-Gibran, Jokowi Kasih Nilai Sangat Bagus
Sehingga besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin di DKI Jakarta secara rata-rata adalah sebesar Rp 4.238.886 per rumah tangga miskin per bulan.
Selanjutnya, Susenas September 2024 juga mencatat peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya