Dark/Light Mode

Hasil Survei BPS Di Jakarta

Jurang Si Kaya Dan Si Miskin Kian Jomplang

Sabtu, 18 Januari 2025 06:50 WIB
Kepala BPS DKI Jakarta Nurul Hasanudin. (Foto: Istimewa)
Kepala BPS DKI Jakarta Nurul Hasanudin. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hasil survei sosial ekonomi nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) teranyar menyebutkan, angka kemiskinan di Jakarta mengalami penurunan. Meski begitu, jurang pendapatan kelas atas dan bawah, semakin lebar alias jomplang.

Ketimpangan sosial di Jakarta meningkat pada tahun 2024. Berdasarkan hasil Susenas BPS DKI Jakarta, Rasio Gini pada Maret terpotret 0,423 pada Maret 2024 menjadi 0,431 pada September 2024.

Rasio Gini atau Indeks Gini adalah ukuran tingkat ketimpangan pendapatan antar penduduk suatu wilayah. Nilai Rasio Gini yang mendekati 1 menunjukkan ketimpangan pendapatan yang tinggi. Nilai Rasio Gini yang mendekati 0 menunjukkan ketimpangan pendapatan yang rendah.

Baca juga : Arsenal Vs Aston Villa, Meriam London Incar Kursi Puncak

Nilai Rasio Gini yang sama dengan 0 menunjukkan pemerataan pendapatan yang sempur­na. Nilai Rasio Gini yang sama dengan 1 menunjukkan ketimpa­ngan pendapatan yang sempur­na. Kenaikan rasio gini di Jakar­ta menegaskan gap pendapatan penduduk kelas atas dan kelas bawah menjadi semakin lebar.

Pada September 2024, ketimpangan di Jakarta tertinggi dan di atas rata-rata nasional, yakni sebesar 0,381. Namun demikian, Kepala BPS DKI Jakarta Nurul Hasanudin menuturkan, hasil Susenas juga mencatat persen­tase penduduk miskin pada September 2024 sebesar 4,14 persen. Jumlah itu menurun 0,16 persen poin terhadap Maret 2024 sebesar 4,30 persen.

“Penurunan persentase jumlah penduduk miskin ini menjadi hal yang sangat baik. Ini menunjuk­kan pengendalian inflasi berja­lan baik karena related dengan kebutuhan masyarakat,” kata Hasanudin saat merilis profil kemiskinan September 2024, Rabu (14/1/2025).

Baca juga : Kalahkan Cavs Di Laga Lanjutan NBA, Thunder ‘Balas Dendam’

Hasanudin membeberkan, jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta pada September 2024 tercatat sebesar 449,07 ribu orang. Jumlah itu menurun 15,86 ribu orang dibandingkan Maret 2024 sebanyak 464,93 ribu orang.

Data itu, papar Hasanudin, diperoleh dari hasil potret be­saran konsumsi rumah tangga. Pada September 2024 terpotret rata-rata rumah tangga miskin di DKI Jakarta memiliki 5,01 anggota rumah tangga.

Hasil Susenas September 2024 juga mencatat, selama Maret sampai September 2024, Garis Kemiskinan naik sebesar 2,52 persen, dari Rp 825.288 per kapita per bulan pada Maret 2024, menjadi Rp 846.085 per kapita per bulan pada September 2024.

Baca juga : 100 Hari Prabowo-Gibran, Jokowi Kasih Nilai Sangat Bagus

Sehingga besarnya Garis Ke­miskinan per rumah tangga miskin di DKI Jakarta secara rata-rata adalah sebesar Rp 4.238.886 per rumah tangga miskin per bulan.

Selanjutnya, Susenas Septem­ber 2024 juga mencatat peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.