Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
AS Mundur Dari Perjanjian Paris, Bloomberg Rogoh Kocek Untuk Badan Iklim PBB
Kamis, 23 Januari 2025 22:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Miliarder Amerika Serikat (AS) Michael Bloomberg (82) mengumumkan, yayasannya akan turun tangan mendanai Badan Iklim PBB (UNFCCC), setelah Presiden Donald Trump menarik AS dari Perjanjian Paris (Paris Agreement) untuk kedua kali.
Langkah itu diumumkan Trump, pada hari pelantikannya sebagai Presiden ke-47 AS, 20 Januari lalu.
Melansir AFP, AS biasanya menyediakan 22 persen dari anggaran sekretariat UNFCCC. Dengan asumsi biaya operasional UNFCCC periode 2024-2025 mencapai 88,4 juta euro atau Rp 1,49 triliun.
Baca juga : Trump Kembali Tarik AS Dari Perjanjian Iklim Paris, Ini Alasannya
"Dalam periode 2017 hingga 2020, selama pemerintah federal tidak mengambil tindakan, kota, negara bagian, bisnis, dan masyarakat menghadapi tantangan untuk menegakkan komitmen bangsa kita. Sekarang ini, kami siap untuk melakukannya lagi," kata Bloomberg, yang menjabat sebagai Utusan Khusus PBB untuk Ambisi dan Solusi Iklim, seperti dilansir AFP, Kamis (24/1/2025).
Ini menandai kedua kalinya Bloomberg turun tangan mengisi celah yang ditinggalkan pemerintah AS.
Pada tahun 2017, setelah penarikan pertama pemerintahan Trump dari perjanjian Paris, Bloomberg menegaskan dukungan 15 juta dolar AS atau setara Rp 243,67 miliar untuk UNFCCC.
Baca juga : Mendagri Jadikan Kota Tangerang Contoh Monitoring Inflasi Nasional
Tak cuma itu, Bloomberg juga meluncurkan America's Pledge, yang merupakan inisiatif untuk melacak dan melaporkan komitmen iklim non-federal AS. Serta memastikan dunia dapat memantau kemajuan AS, sebagai pihak yang seolah-olah masih berkomitmen penuh pada Perjanjian Paris.
Dan kali ini, mantan Wali Kota Bloomberg kelahiran 14 Februari 1942 itu juga menegaskan kembali komitmennya untuk menegakkan kewajiban pelaporan AS.
"Kontribusi seperti ini sangat penting untuk memungkinkan Sekretariat Perubahan Iklim PBB mendukung negara-negara memenuhi komitmen di bawah Perjanjian Paris. Di samping memajukan masa depan yang rendah emisi, serta lebih tangguh dan aman untuk semua," papar Kepala Badan Iklim PBB, Simon Stiell.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya