Dark/Light Mode

Di World Economic Forum, Menlu Sugiono Jelaskan Tujuan Indonesia Masuk BRICS

Sabtu, 25 Januari 2025 19:46 WIB
Menlu Sugiono dalam sesi World Economic Forum 2025 di Davos, Swiss. (Foto: dok. Kemenlu)
Menlu Sugiono dalam sesi World Economic Forum 2025 di Davos, Swiss. (Foto: dok. Kemenlu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan maksud dan tujuan Indonesia bergabung dalam blok ekonomi BRICS, yang digagas Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan.

Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya ditujukan untuk menggalang manfaat ekonomi, tetapi juga merupakan upaya untuk menjembatani perbedaan kepentingan negara maju dan berkembang di berbagai forum multilateral.

“Prasyarat untuk pertumbuhan adalah perdamaian dan stabilitas. Itulah sebabnya, Indonesia membuka diri untuk bekerja sama. Karena kami memiliki kewajiban untuk mendukung prioritas nasional dan melayani rakyat Indonesia,” ujar Menlu Sugiono dalam sesi panel kedua bertema Navigating Asia’s Hotspot, World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2025 di Davos, Swiss pada Rabu (23/1/2025) seperti dilansir situs resmi Kementerian Luar Negeri.

Baca juga : Menteri Rosan Beberkan Potensi Investasi Hilirisasi

Menlu Sugiono juga menyampaikan, diplomasi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto akan diarahkan untuk mewujudkan amanat Konstitusi Indonesia. Termasuk, menjaga kedaulatan NKRI serta mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

Kiprah Indonesia Dipuji

Dalam sesi yang juga dihadiri Presiden Timor-Leste, Ketua Parlemen Filipina, Presiden lembaga think-tank Council on Foreign Relations, dan pimpinan Zurich Insurance Group Asia Pasifik, Menlu Sugiono juga menyampaikan tekad Indonesia untuk menggalang kerja sama dan kolaborasi dengan negara tetangga, negara sahabat di kawasan, serta komunitas global.

"Kita akan majukan pendekatan yang konstruktif,” ujar Menlu Sugiono.

Baca juga : Kolaborasi Prodi HI UNAS dan AIHII, Bahas Peluang dan Tantangan Indonesia di BRICS

Presiden Timor Leste, Ramos Horta mengapresiasi kiprah diplomasi dan peran Indonesia dalam membantu keanggotaan Timor-Leste di ASEAN.

Sementara Pimpinan Zurich Insurance Group mengatakan, peran konstruktif Indonesia telah membantu meredam tensi di kawasan dan mendukung stabilitas Asia Pasifik.

Di Davos, Menlu Sugiono juga melakukan sejumlah pertemuan bilateral, yaitu dengan Wakil Presiden Yaman, Kanselir Austria, Menlu Finlandia, Menlu Arab Saudi, Menlu Tunisia, serta Menteri Negara Palestina untuk urusan luar negeri dan ekspatriat.

Baca juga : Jorji Fokus Ke Indonesia Masters 2025

Selain membahas kerja sama bilateral, isu Palestina juga diangkat dalam berbagai pertemuan bilateral tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.