Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Wawancara Eksklusif Dengan Dubes Rusia Untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov
Kami Nggak Takut Dengan Ancaman Presiden Trump
Senin, 3 Februari 2025 06:20 WIB
Sebelumnya
Rusia tidak takut dengan tambahan sanksi AS?
Buat apa takut? Kami juaranya sanksi. Sebelumnya, Iran adalah negara dengan sanksi terbanyak di dunia. Sekarang, posisi itu dipegang Rusia.
Kami tidak kaget kalau dapat sanksi lagi. Mereka ini seharusnya sadar dan melihat bahwa ribuan sanksi yang mereka berikan tidak berdampak banyak.
Justru sanksi mereka membuat kami makin kuat. Seperti pepatah mengatakan ‘apa yang tidak membuat kita mati, akan membuat kita makin kuat.’
Baca juga : Diselingkuhi Suami, Curhat Di Medsos
Contohnya saja saat AS dan sekutu menetapkan sanksi di sektor pertanian. Rusia kemudian mengembangkan diri di sektor tersebut. Hasilnya, kami justru jadi ahli di sektor pertanian dan mencukupi kebutuhan dalam negeri kami sendiri. Hal serupa juga terjadi di sektor lainnya yang kena sanksi.
Bagaimanapun juga, sebenarnya, sanksi sepihak ini bukanlah langkah bijak. Karena sanksi apapun yang akan dijatuhkan kepada sebuah negara harus disetujui Dewan Keamanan PBB (DK PBB). Sanksi yang tidak melalui langkah ini, semuanya ilegal.
Maka dari itu, kami sudah berulang kali tegaskan pada AS bahwa sanksi mereka tidak berpengaruh apapun. Rusia juga tidak akan mengubah kebijakannya.
Rusia tidak akan pernah minta sanksi yang dijatuhkan untuk dicabut. Karena semua sanksi yang dijatuhkan AS dan Uni Eropa harus dicabut oleh mereka sendiri. Bukan karena Rusia yang minta.
Baca juga : Bantah Elpiji 3 Kg Langka, Bahlil: Pengelolaan Sedang Ditata
Jadi, Rusia terbuka untuk berdialog dengan AS dan sekutu?
Jika mereka mau kembali memulai dialog dan kerja sama positif dengan Rusia kembali, kami sangat terbuka dan tidak ada masalah. Karena yang menghentikan segala kerja sama dan dialog justru mereka duluan.
Tapi, jika ada keinginan dialog yang hanya menguntungkan satu pihak saja, Rusia tidak akan setuju.
Misalnya kalau AS mau berdialog soal fasilitas nuklir Rusia. Ternyata mereka hanya mencari cara agar bisa mengirim petugas untuk mengawasi fasilitas nuklir kami. Tapi hal yang sama tidak diberikan kepada Rusia, ini tidak adil. Kami ingin perlakuan yang setara.
Baca juga : Anggaran Dipotong, Para Menteri Tidak Berani Protes
Bagaimana peluang hubungan Rusia-AS di pemerintahan Trump jilid 2?
Kami sudah mendapat banyak masalah di pemerintahan Trump jilid 1. Kami tidak tahu bagaimana nanti Trump menjalani pemerintahannya yang sekarang. Bisa saja dia lebih pragmatis.
Saya tidak tahu bagaimana nantinya. Saya harap yang terbaik. Karena sebagai diplomat, kami bekerja secara praktis saja. Kami akan lakukan apapun yang bisa kami kerjakan. Untuk sekarang ini, saya tidak terlalu yakin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya