Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Asal pandai menciptakan peluang, bisnis unik mampu menghasilkan banyak keuntungan. Seorang pria bernama Shaun Tookey membuka bisnis pembersihan makam.
Tookey (31) berasal dari Harlow, Essex, Inggris. Dia memiliki pekerjaan penuh waktu sebagai ahli bedah pohon. Namun pada Mei 2023, dia memulai bisnis pembersihan makam. Sejak saat itu, Tookey telah membersihkan lebih dari 300 kuburan.
“Senang rasanya membantu orang lain yang tidak tahu cara membersihkan batu nisan orang yang mereka cintai. Banyak orang tidak tahu layanan ini tersedia,” kata Tookey, dilansir The New York Post.
Baca juga : Pemerataan Kesejahteraan
Untuk jasanya, pria itu mematok harga antara 187 dolar AS (Rp 3 juta) dan 312 dolar AS (Rp 5 juta). Untuk paket lengkap, dia mematok harga 437 dolar AS (Rp 7,1 juta) dan 562 dolar AS (Rp 9,1 juta). Paket tersebut termasuk pembersihan menyeluruh, pengecatan ulang huruf dan dekoratif batu nisan.
Tookey mengatakan, pekerjaan ini memakan waktu hingga dua jam. Dia membersihkan antara dua hingga empat kuburan sehari. Dia biasa mengambil job itu di hari libur atau di akhir pekan. Pekerjaan sampingannya tersebut membuatnya bisa menabung.
“Pekerjaan ini telah memberi keluarga saya stabilitas. Ini memberi kami waktu untuk menabung dan membeli rumah pertama kami daripada menyewa,” ujarnya.
Baca juga : KPK Geledah Rumah Djan Faridz, Terkait Kasus Harun Masiku
Beberapa kliennya tahu jasanya dari mulut ke mulut. Terkadang,Tookey berkeliling sambil menyebar selebaran maupun kartu nama. Namun, kebanyakan permintaan malah datang dari media sosialnya.
Tookey sering membagikan hasil pekerjaannya di TikTok dan Facebook di akun @ thegravecleaner. Videonya mendapat sambutan positif.
“Ketika saya pergi ke pemakaman untuk suatu pekerjaan, orangorang sering mendatangi saya dan mengatakan mereka tidak tahu layanan ini ada di Inggris,” ujarnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya