Dark/Light Mode

Penembakan Di Mall Bikin Geger Malaysia

Pelakunya Masih Buron, Warga Diminta Tenang

Selasa, 11 Februari 2025 04:45 WIB
Potret satu korban terluka atas insiden penembakan terjadi di Setia City Mall Selangor Malaysia, Sabtu (8/2/2024). Foto (X mynewshub)
Potret satu korban terluka atas insiden penembakan terjadi di Setia City Mall Selangor Malaysia, Sabtu (8/2/2024). Foto (X mynewshub)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penembakan di sebuah mall mengguncang Malaysia, akhir pekan ini. Insiden yang menyebabkan satu orang terluka itu membuat negara ini diliputi ketegangan.

Tersangka penembakan berusia 30 tahun dengan riwayat pelanggaran narkoba tersebut, masih buron. Kondisi ini memaksa mall-mall dan tempat umum memperketat keamanan.

Baca juga : Agar Kompetitif, Warga Lansia Dibekali Skill

Tersangka melarikan diri pada malam hari setelah membajak sebuah mobil di bawah todongan senjata usai penembakan pada Sabtu malam (8/2/2024) di Setia City Mall, Setia Alam, 40 menit di barat Kuala Lumpur. Menurut polisi, seorang petugas kebersihan tertembak di bagian kaki dan bokong.

Menteri Dalam Negeri Malaysia Saifuddin Nasution Ismail meminta seluruh warga tenang pasca insiden penembakan tersebut. Dia menegaskan, personel kepolisian sudah dikerahkan untuk memburu pelaku penembakan.

Baca juga : Warga Panik, Angkut Barang Dan Mengungsi

“Pesan dari kami jelas. Kami pastikan keamanan seluruh rakyat. Keamanan publik adalah prioritas kami,” tegas Saifuddin dalam konferensi pers, Minggu (9/2/2025).

Saifuddin memuji kesigapan petugas Kepolisian Diraja Malaysia mengidentifikasi pelaku penembakan. Saifuddin mengatakan, negeri jiran memiliki aturan ketat mengenai kepemilikan senjata tersebut.

Baca juga : Warga Dikasih Tenda, Perahu Dan Pelampung

“Seorang warga Malaysia harus memiliki izin kepemilikan yang sah. Pelanggar akan dikenai hukuman berat dan bisa dipenjara hingga tujuh tahun,” ujarnya.

Kepala Polisi Selangor Hussein Omar Khan mengaku perburuan terhadap pelaku masih berlangsung. “Kami sedang melacaknya. Motif insiden ini masih dalam penyelidikan,” kata Hussein dalam pernyataan resmi, seperti diberitakan Channel News Asia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.