Dark/Light Mode

Bantu Pelatihan Majelis Taklim, Rena Da Frina Bikin Ibu-ibu Bogor Terharu

Minggu, 28 Juli 2024 09:25 WIB
Bakal Calon Wali Kota Bogor Rena Da Frina (kiri) saat menerima aspirasi Ketua BKMM Kec. Bogor Timur, Siti Halimah (dua kiri) di rumah pemenangannya, di Jalan Raya Padjajaran, Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu (27/7/2024). Foto: Istimewa
Bakal Calon Wali Kota Bogor Rena Da Frina (kiri) saat menerima aspirasi Ketua BKMM Kec. Bogor Timur, Siti Halimah (dua kiri) di rumah pemenangannya, di Jalan Raya Padjajaran, Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu (27/7/2024). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Bakal Calon Wali Kota Bogor, yang juga Kepala Dinas Pekerjaan dan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor Rena Da Frina menerima aspirasi perwakilan Ibu-Ibu Majelis Taklim (MT) Kecamatan Bogor Timur, di rumah pemenangannya, Second Home Coffee and Eatery, di Jalan Raya Padjajaran, Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu (27/7/2024).

Ketua Badan Koordinasi Majelis Taklim dan Masjid (BKMM) Kecamatan Bogor Timur, Siti Halimah mengatakan, kedatangannya menemui Rena, antara lain untuk menyampaikan aspirasi terkait perlunya perhatian terhadap peningkatan pengetahuan dan keahlian dalam hal pemulasaran jenazah.

"Dan alhamdulillah, langsung disetujui oleh beliau. Nah rencananya, kita akan mengadakan pelatihan pemulasaran jenazah ini Agustus nanti, akan diikuti 170 orang dari 84 MT," kata Halimah.

Halimah mengatakan, pelatihan pemulasaran jenazah ini sangat penting mengingat karena jumlah yang ahli terkait kegiatan pemulasaran jenazah sesuai syariat Islam ini sangat terbatas dan rata-rata sudah mulai sepuh.

Karena itu, harus ada kaderisasi dan pelatihan kepada yang lebih muda untuk menjadi ahli dalam hal memandikan, mengkafani, mensalati, dan memakamkan jenazah.

Baca juga : Target Deviden BUMN 2024 Diyakini Tercapai

Dia pun mengaku terenyuh dan senang ketika Rena yang juga merupakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ini, mendukung pelatihan pemulasaran jenazah ini.

"Karena dengan calon-calon wali kota yang sudah saya temui, Ibu Rena yang responnya paling bagus. Selama buat masyarakat, beliau sangat mensupport kegiatan ini," jelasnya.

Ketua MT Asy-Syifa pun ini berharap, dukungan Rena, yang juga merupakan mantan Sekretaris Camat dan Camat di Bogor Timur ini akan menambah jumlah ahli pemulasaran jenazah di masing-masing kelurahan di Bogor, khususnya di Kecamatan Bogor Timur.

"Jadi di setiap majelis taklim ini tersedia para ahli yang bisa melakukan pemulasaran sesuai syariat Islam," tambahnya.

Halimah menambahkan, saat ini terdapat 84 Majelis Taklim yang resmi berada di Kecamatan Bogor. Jumlah ini akan bertambah menjadi 10 lagi pada bulan depan. Sehingga di Oktober nanti, jumlahnya menjadi 94 majelis taklim.

Baca juga : Hakim Perintahkan KPK Balikin Duit Anak Buah SYL

Sementara, sesuai aturan, majelis taklim yang bisa memperoleh Surat Keputusan dari BKMM, minimal beranggotakan 50 orang, dan maksimal 80 orang.

"Sekarang begitu mereka mendengar Ibu Rena maju Calon Wali Kota Bogor, itu sambutannya luar biasa. Apalagi beliau ini kan dulunya adalah Camat kita, di Bogor Timur. Nah, mereka siap membantu untuk itu," tambahnya.

Sementara itu, Rena Da Frina mengatakan, bahwa pertemuan dengan ibu-ibu pengurus majelis taklim lebih kepada update situasi terkini di majelis taklim dan rutinitas yang mereka lakukan.

Dalam aspirasinya, ibu-ibu perwakilan dari 84 Majelis Taklim Bogor Timur ini menyampaikan terkait kebutuhan mereka, salah satuya terkait tokoh-tokoh atau orang-orang yang bisa melakukan pemulasaran jenazah.

"Karena saat ini eksisting yang melakukan pemulasaran jenazah itu sudah terbatas orangnya dan usianya sudah relatif tua. Jadi dari segi kemampuan, kekuatan, itu kan sudah berkurang," ujar jebolan Master Manajemen Institut Pertanian Bogor ini.

Baca juga : Bamsoet Terima Penyematan Pin Wakil Ketua Dewan Pembina IKA Unpad

Karena itu, dia pun langsung memberikan dukungan kepada BKMM untuk melakukan kaderisasi dan melatih orang-orang atau anggota majelis taklim untuk bisa melakukan pemulasaran jenazah.

Sehingga ketika ada orang yang meninggal, itu banyak alternatif orang yang bisa melakukan pemulasaran jenazah.

"Ya sudah, saya bilang buatlah konsenpya seperti apa. Kemudian kita undang yang pengajar, mentornya, kita kerja sama dengan KUA (Kantor Urusan Agama)-nya, tentukan tempatnya di mana, saya bantu, saya support. Kan itu juga menambah ilmu kita juga, biar manfaatnya lebih panjang," ujar Rena.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.