Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Calon Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) pilihan Presiden terpilih Donald Trump, Pete Hegseth, panen kecaman. Bekas pembawa acara di televisi Fox News itu ketahuan tidak tahu negara-negara ASEAN. Saat menyebut contoh negara ASEAN pun, tak ada satu pun yang benar.
Hal itu terungkap dalam sidang konfirmasi di Senat AS pada Selasa (14/1/2025) waktu setempat. Padahal, ASEAN punya peran strategis yang relevan dengan AS.
Ceritanya, berawal saat Senator Tammy Duckworth menginterogasi Hegseth untuk mengetahui, apakah dia memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam yang dibutuhkan untuk memimpin negosiasi internasional.
Baca juga : Kongres AS Sahkan Kemenangan Trump, Bawa Ingatan Ke Tragedi 4 Tahun Lalu
Duckworth pun mengajukan tiga pertanyaan kepada Hegseth. Di antaranya, apakah dia dapat menyebutkan satu saja negara anggota ASEAN. Lalu, Hegseth diminta menjelaskan jenis perjanjian yang dimiliki AS dengan negara-negara tersebut. Termasuk pertanyaan sekelas anak SD, semisal berapa banyak negara yang tergabung dalam blok ASEAN.
Namun dalam sidang konfirmasi Senat yang memanas itu, Hegseth malah bilang dia tidak dapat menyebutkan jumlah pasti negara-negara ASEAN. "Saya tahu kita memiliki mitra di Korea Selatan dan Jepang dalam AUKUS (perjanjian antara Australia, Inggris, dan AS) dengan Australia," ujarnya, seperti dikutip dari The Associated Press.
Pete Hegseth saat bertugas sebagai pembawa acara Fox and Friends. [Foto: arsip oleh Roy Rochlin/Getty Images]
Jawaban itu pun segera disambar Duckworth dengan pernyataan. "Tak satu pun dari ketiga negara itu tergabung dalam ASEAN," cetusnya.
Baca juga : Duka Vanuatu, Indonesia Kirimkan Bantuan Kemanusiaan
Duckworth, yang merupakan kader Partai Demokrat dari Illinois kemudian menambahkan, "Saya sarankan Anda mengerjakan sedikit pekerjaan rumah (PR) dulu deh," ledeknya.
Pertanyaan Duckworth muncul setelah Hegseth mencatat pentingnya Indo-Pasifik secara strategis. Indo-Pasifik merupakan kawasan di mana pengaruh China tumbuh pesat dan Beijing semakin agresif dalam mengajukan klaim teritorial mereka.
Bahkan sejumlah negara anggota ASEAN, seperti Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Brunei, terlibat sengketa maritim dengan China, atas klaim kedaulatannya atas hampir seluruh Laut China Selatan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya