Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kasih 9 Kuintal Bom Ke Israel
Trump Bikin Cemas Warga Gaza
Senin, 17 Februari 2025 08:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Setelah menyampaikan akan merebut Gaza, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kasih 9 kuintal bom ke Israel. Bom berat jenis MK-84 itu punya daya ledak dahsyat yang bisa menghancurkan beton dan logam. Tentunya, bom yang dikirim AS ke Israel itu bikin cemas warga Gaza.
Melansir dari Sputnik, sebuah kapal yang membawa bom MK-84 seberat 2.000 pon atau setara 9 ribu kilogram telah sampai di Pelabuhan Ashdod, Israel. Puluhan truk kemudian mengangkut bom tersebut ke berbagai pangkalan udara Israel.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz menyatakan bahwa bom yang dikirim AS menjadi aset strategis bagi Angkatan Udara Israel dan Israel Defense Forces (IDF). Pemerintahan Biden sebelumnya menunda pengiriman bom ini pada akhir Mei 2024.
Pada saat itu, Biden menghentikan pengiriman bom dengan alasan meningkatnya eskalasi di Jalur Gaza dan kekhawatiran atas dampak serangan udara terhadap warga sipil.
Namun, dengan perubahan kebijakan di bawah kepemimpinan Trump, Israel kembali mendapatkan akses penuh terhadap persenjataan yang sebelumnya tertahan.
Baca juga : Rakyat Boleh Makan Siang Gratis
Menurut Katz, pemberian ini sebagai komitmen sinergi kedua negara. “Dan menjadi bukti lebih lanjut tentang aliansi kuat antara Israel dan Amerika Serikat,” cetusnya.
Kementerian Pertahanan Israel mengklaim bahwa pasokan bom ini diperlukan negaranya untuk memastikan keamanan nasional di tengah ancaman yang terus berkembang di kawasan.
“Saya berterima kasih kepada Presiden Donald Trump dan Pemerintah AS atas dukungan mereka yang tak tergoyahkan terhadap Israel. Kami akan terus bekerja sama untuk memperkuat keamanan kami,” klaim Katz.
Sejatinya, apa yang dilakukan Trump, membuat warga Gaza cemas, dan menuai reaksi dari berbagai negara. Sejumlah negara dan organisasi HAM khawatir bom ini akan merenggut banyak nyawa masyarakat sipil di Gaza.
Dengan pemberian bom ini, banyak pihak memperkirakan bahwa intensitas serangan udara Israel di Gaza dapat meningkat dalam waktu dekat. Kebijakan Trump memperburuk kondisi kemanusiaan yang sudah genting.
Baca juga : Petahana Bakal Lawan Paman Bobby Nasution
Situasi di kawasan tersebut pun semakin menjadi perhatian dunia, terutama dengan meningkatnya ketegangan antara Israel dan kelompok-kelompok bersenjata di Gaza. Sementara komunitas internasional terus menyerukan de-eskalasi, realitas di lapangan menunjukkan bahwa konflik masih jauh dari kata usai.
Sekadar informasi. Bom tipe Mark-84 dengan berat hampir 1 ton itu berdaya ledak tinggi. Bom ini memang dirancang untuk memporak-porandakan gedung.
Ada yang menduga bahwa pengeboman Rumah Sakit Baptis Al-Ahli di Gaza pada Oktober 2023 lalu menggunakan MK-84. Serangan itu menewaskan lebih dari 470 orang.
Israel juga disebut-sebut menggunakan bom buatan Amerika Serikat ini ketika melancarkan serangan ke markas besar Hizbullah pada akhir September 2024. Serangan itu menewaskan pemimpin Hizbullah bernama Hassan Nasrallah.
Selain MK-84, Kementerian Pertahanan Israel mengklaim telah menerima lebih dari 76 ribu ton peralatan militer sejak perang melawan Palestina pada 7 Oktober 2023. Ini diangkut 678 pesawat dan 129 kapal, di mana sebagian besarnya disokong oleh Amerika Serikat.
Baca juga : Kementan Ajak Investor Masuk Sektor Peternakan
Sedangkan saat ini, kondisi kedua negara masih dalam gencatan senjata sesuai dengan perjanjian yang disepakati pada 19 Januari 2025 lalu. Gencatan senjata di Gaza mencakup tiga fase. Fase pertama berlangsung 42 hari yang meliputi pertukaran sandera dan tahanan sampai penghentian serangan.
Fase kedua diharapkan bisa mencapai gencatan permanen dan penarikan pasukan Israel secara penuh. Sedangkan fase ketiga adalah pemulangan jenazah dan sisa-sisa tubuh sandera serta implementasi rencana rekonstruksi Gaza. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya