Dark/Light Mode

Kesehatan Pemimpin Vatikan Kritis

Hari Ke-9 Di RS, Paus Sudah Bisa Beristirahat

Minggu, 23 Februari 2025 22:04 WIB
Pemandangan dari drone menunjukkan gambar Paus Fransiskus yang dipajang dengan pemetaan video digital di Obelisco, Buenos Aires, Argentina, Jumat (21/2/2025). (Foto REUTERS/Martin Cossarini)
Pemandangan dari drone menunjukkan gambar Paus Fransiskus yang dipajang dengan pemetaan video digital di Obelisco, Buenos Aires, Argentina, Jumat (21/2/2025). (Foto REUTERS/Martin Cossarini)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kondisi kesehatan pemimpin tertinggi Gereja Katholik Sedunia Paus Fransiskus dikabarkan kritis, Sabtu (22/2/2025). Negara kelahiran Paus, Argentina, memasang foto Kepala Negara Vatikan itu di monumen Obelisk yang ada di Buenos Aires. Umat Katholik di dunia mendoakan kesehatan Paus Fransiskus.

Dilansir Associated Press (AP), Minggu (23/2/2025), Juru Bicara Vatikan Matteo Bruni mengatakan, pada hari ke-9 di rumah sakit, Paus sudah bisa beristirahat setelah menerima transfusi darah dan memakai alat bantu pernapasan.

Baca juga : Beringin Wajibkan Kepala Daerah Ikutan Retreat

 

"Paus Fransiskus masih kritis dan menerima oksigen aliran tinggi pada 23 Februari setelah ia mengalami krisis pernapasan seperti asma dengan intensitas yang berkepanjangan," kata Vatikan.

Baca juga : Kondisi Paus Fransiskus Membaik Di Hari Ke-7 Perawatan

"Paus juga menerima transfusi darah setelah hasil tes menunjukkan kondisi anemia yang disebut trombositopenia," lanjut pernyataan itu, dilansir National Catholic Reporter.

Paus juga berterima kasih kepada para dokternya dalam doa Angelus tertulisnya. Ia juga mengatakan "dengan yakin melanjutkan perawatan di Rumah Sakit Gemelli, melanjutkan perawatan yang diperlukan; dan istirahat juga merupakan bagian dari terapi!"

Baca juga : 961 Kepala Daerah Berbaris Masuk Istana

Sejak 14 Februari 2025, Paus dirawat akibat pneumonia dan infeksi paru-paru kompleks di RS Gemelli Roma, Italia. Dokter mengatakan, kondisinya sudah sangat kritis, mengingat usia dan kesehatannya yang lemah dan penyakit paru-paru yang diderita sebelumnya.

Ancaman utama yang dihadapi, yakni jika infeksi memasuki aliran darah. Kondisi serius ini dikenal sebagai sepsis.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.