Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Protes Tindakan Mahkamah Pidana Internasional
Pendukung Duterte Gelar Konvoi Dan Doa Bersama
Senin, 17 Maret 2025 04:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tensi politik di Filipina memanas pasca Rodrigo Duterte ditahan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Den Haag, Belanda, dengan tuduhan melakukan kejahatan kemanusiaan. Pendukung Duterte melakukan berbagai aksi menyuarakan aspirasinya.
Tim pendukung mantan Presiden Filipina itu menyatakan akan berupaya agar tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan atas Duterte dibatalkan sebelum sidang di ICC yang dijadwalkan pada 23 September mendatang.
Baca juga : Para Pendukung Duterte Geruduk Pangkalan Udara
Mereka kemungkinan akan mengajukan argumen hukum untuk menantang tuduhan tersebut. Termasuk menyoroti dugaan penculikan Duterte untuk dibawa ke markas ICC di Den Haag.
Dalam wawancara telepon dengan GMA Integrated News, mantan juru bicara presiden Harry Roque menyatakan bahwa mereka berencana menyoroti dampak dari “penculikan” Duterte, serta masalah yurisdiksi yang muncul akibat keluarnya Filipina dari ICC pada 2019. Mereka ingin menggunakan argumen ini untuk memperkuat posisi dalam menghadapi tuduhan di ICC.
Baca juga : Yorrys Ingin Jadikan DPD Sarana Politik Alternatif Perjuangan Daerah
Akan tetapi, ICC tetap melanjutkan penyelidikannya dengan alasan kejahatan yang diduga dilakukan Duterte terjadi saat Filipina masih menjadi anggota ICC.
“Masih ada kemungkinan kasus terhadap Duterte dapat dibatalkan sebelum sidang pada 23 September,” kata Roque yang masih menunggu tanda tangan Duterte pada dokumen yang diperlukan untuk secara resmi menjadikannya sebagai penasihat hukum dalam kasus yang berasal dari kebijakan perang melawan narkoba selama masa pemerintahan Duterte.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya