Dark/Light Mode

Protes Tindakan Mahkamah Pidana Internasional

Pendukung Duterte Gelar Konvoi Dan Doa Bersama

Senin, 17 Maret 2025 04:15 WIB
Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte terlihat di layar kaca, bersama pengacaranya Salvador Medialdea (kiri) dalam sidang pertamanya di Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag, Belanda, Jumat (14/3/2025). (Foto Peter Dejong/Pool/AFP via Getty Images)
Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte terlihat di layar kaca, bersama pengacaranya Salvador Medialdea (kiri) dalam sidang pertamanya di Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag, Belanda, Jumat (14/3/2025). (Foto Peter Dejong/Pool/AFP via Getty Images)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tensi politik di Filipina memanas pasca Rodrigo Duterte ditahan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Den Haag, Belanda, dengan tuduhan melakukan kejahatan kemanusiaan. Pendukung Duterte melakukan berbagai aksi menyuarakan aspirasinya.

Tim pendukung mantan Presiden Filipina itu menyatakan akan berupaya agar tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan atas Duterte dibatalkan sebelum sidang di ICC yang dijadwalkan pada 23 September mendatang.

Baca juga : Para Pendukung Duterte Geruduk Pangkalan Udara

Mereka kemungkinan akan mengajukan argumen hukum untuk menantang tuduhan tersebut. Termasuk menyoroti dugaan penculikan Duterte untuk dibawa ke markas ICC di Den Haag.

Dalam wawancara telepon dengan GMA Integrated News, mantan juru bicara presiden Harry Roque menyatakan bahwa mereka berencana menyoroti dampak dari “penculikan” Duterte, serta masalah yurisdiksi yang muncul akibat keluarnya Filipina dari ICC pada 2019. Mereka ingin menggunakan argumen ini untuk memperkuat posisi dalam menghadapi tuduhan di ICC.

Baca juga : Yorrys Ingin Jadikan DPD Sarana Politik Alternatif Perjuangan Daerah

Akan tetapi, ICC tetap melanjutkan penyelidikannya dengan alasan kejahatan yang diduga dilakukan Duterte terjadi saat Filipina masih menjadi anggota ICC.

“Masih ada kemungkinan kasus terhadap Duterte dapat dibatalkan sebelum sidang pada 23 September,” kata Roque yang masih menunggu tanda tangan Duterte pada dokumen yang diperlukan untuk secara resmi menjadikannya sebagai penasihat hukum dalam kasus yang berasal dari kebijakan perang melawan narkoba selama masa pemerintahan Duterte.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.