Dark/Light Mode

Protes Tindakan Mahkamah Pidana Internasional

Pendukung Duterte Gelar Konvoi Dan Doa Bersama

Senin, 17 Maret 2025 04:15 WIB
Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte terlihat di layar kaca, bersama pengacaranya Salvador Medialdea (kiri) dalam sidang pertamanya di Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag, Belanda, Jumat (14/3/2025). (Foto Peter Dejong/Pool/AFP via Getty Images)
Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte terlihat di layar kaca, bersama pengacaranya Salvador Medialdea (kiri) dalam sidang pertamanya di Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag, Belanda, Jumat (14/3/2025). (Foto Peter Dejong/Pool/AFP via Getty Images)

 Sebelumnya 
Para pendukung Duterte melakukan aksi turun ke jalan di sejumlah kota besar sepanjang pekan kemarin. Ratusan pendukung Duterte melakukan arak-arakan di Kota Davao dan Manila. Mereka kompak menggunakan pakaian serba hitam sebagai dress code.

Aksi serupa sudah dilaksanakan sejak Rabu (12/3/2025). Para pendukung Duterte berkumpul di luar Mahkamah Agung di ibu kota Manila sambil menyalakan lilin. Pada malam harinya, mereka menggelar doa bersama di luar rumah Duterte di Kota Davao.

Pada Minggu (16/3/2025) pagi, para pendukung Duterte menggunakan motor untuk melakukan pawai dukungan dari Manila menuju Quezon City.

Baca juga : Para Pendukung Duterte Geruduk Pangkalan Udara

Iring-iringan pemotor ini dimulai dari Quirino Grandstand di Manila. Rombongan berjalan menuju Alun-alun Manila, kemudian lanjut ke Mahkamah Agung. Rombongan lanjut beraksi di Quezon Memorial Circle.

Selama pawai, mereka melambaikan spanduk dan meneriakkan tuntutan agar Duterte segera dikembalikan ke Filipina. Para peserta aksi juga mengenakan kaos bertuliskan “Saya Dukung FPRRD” atau “Saya Dukung Presiden Rodrigo Roa Duterte.”

Duterte (79) menghadiri sidang perdana Jumat (14/3/2025) secara online dari pusat penahanannya di ICC, Den Haag.

Baca juga : Yorrys Ingin Jadikan DPD Sarana Politik Alternatif Perjuangan Daerah

Menurut Ketua Hakim Iulia Antoanella Motoc, Duterte diizinkan tidak hadir langsung karena masih kelelahan setelah penerbangan panjang dari Filipina ke Belanda menyusul penangkapannya di Bandara Manila, Selasa (11/3/2025), setiba dari Hong Kong. Meski jarak lokasi sidang dan rumah tahanan Duterte hanya sekitar 1,5 kilometer.

Duterte hadir mengenakan setelan jas biru dan dasi. Dia tampak lemah, sesekali menutup mata saat mendengar sidang melalui headphone. Pada sidang awal ini, Duterte hanya mengonfirmasi identitas serta usianya sembari mendengar ucapan antara Motoc, jaksa penuntut, dan kuasa hukum Duterte di ruang sidang.

Jaksa membacakan dakwaan atas kejahatan terhadap kemanusiaan selama masa pemerintahannya. Khususnya dalam kebijakan perang terhadap narkoba pada 2011-2019, sejak saat dia menjabat sebagai Wali Kota di Kota Davao, dan kemudian sebagai Presiden Filipina. Duterte menjabat sebagai Presiden pada 2016-2022.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.