Dark/Light Mode

Wapres Vance Akui Musk Salah Lakukan Pemecatan Besar-besaran Pegawai Federal

Senin, 17 Maret 2025 16:05 WIB
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance. (Foto X @JDVance)
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance. (Foto X @JDVance)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance baru-baru ini menyampaikan pemikirannya tentang pendekatan Elon Musk dalam merestrukturisasi pemerintahan federal. Vance mengakui bahwa penasihat senior Presiden Donald Trump, Elon Musk, telah melakukan kesalahan pemecatan besar-besaran pegawai federal demi efisiensi.

Gelombang pemecatan pegawai federal AS dilakukan Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) yang dipimpin Musk sejak Februari lalu. Vance beranggapan banyak pegawai federal yang bekerja dengan baik dan harus dipecat.

"Elon sendiri pernah bilang kalau kadang kita bisa melakukan kesalahan dan memperbaiki kesalahan itu. Saya menerima kesalahan ini," ujar Vance saat diwawancarai NBC, Jumat (14/3/2025).

Baca juga : Jelang Mudik Lebaran 2025, Jarak Aman Serukan Keselamatan Berkendara

Vance menyarankan agar Musk memperbaiki kesalahannya karena telah memecat pekerja yang bagus dalam program pemecatan besar-besarannya. Mantan Senator AS itu juga menyampaikan apresiasinya kepada para karyawan yang merupakan pekerja keras.

"Saya sadar bahwa ada banyak orang baik yang bekerja di pemerintahan. Kami ingin mencoba mempertahankan pekerja baik," sambung Vance. 

Sejak menjabat pada 20 Januari lalu, pemerintahan Trump telah menaruh fokus besar pada perombakan pemerintah federal, memanfaatkan DOGE, lembaga penasihat, untuk menyelidiki badan-badan federal guna memangkas pengeluaran pemerintah dan mengurangi jumlah pegawai federal. 

Baca juga : Di Retret Magelang, Menag Ajak Kepala Daerah Jaga Kerukunan Umat Beragama

Hasil pemeriksaan DOGE berujung pada pemecatan ribuan pegawai federal. Keputusan DOGE telah menimbulkan penolakan dari anggota DPR di Capitol Hill, aktivis di lapangan, dan berbagai kelompok yang mengajukan tuntutan hukum. Tuntutan mereka ini membuat pemerintah federal menghentikan pemecatan massal untuk sementara.

Jajak pendapat terkini juga menunjukkan bahwa warga AS relatif tidak senang dengan keputusan DOGE. Jajak pendapat Universitas Quinnipiac, yang dirilis pekan ini, menemukan bahwa 60 persen responden tidak mendukung langkah DOGE terhadap pekerja Pemerintah federal. Sekitar 36 persen mengatakan mereka mendukung upaya tersebut.

Vance mengakui bahwa ada pegawai federal yang makan gaji buta. Namun ia yakin, jumlah mereka tidak banyak dibandingkan yang bekerja dengan baik. 

Baca juga : Semoga Program 3 Juta Rumah Tidak Terkendala

"Di antara jutaan pekerja federal, berapa orang yang seperti itu?" tanya Vance.

"Jangan abaikan bahwa ada banyak dari mereka memberikan kontribusi besar bagi negara. Kita harus mendorong pekerja federal untuk lebih rajin lagi," tegas Vance. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.