Dark/Light Mode

Menhan Israel Suruh Militer Caplok Gaza, Jika Hamas Tolak Bebasin Sandera

Sabtu, 22 Maret 2025 18:24 WIB
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz. (Foto Dani Shem Tov, Knesset Spokesperson)
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz. (Foto Dani Shem Tov, Knesset Spokesperson)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz telah memerintahkan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) untuk merebut lebih banyak wilayah di Gaza jika Hamas terus menolak membebaskan para sandera.

Awal pekan ini, IDF yang merupakan kekuatan militer Israel itu melanjutkan perang di Gaza setelah gencatan senjata 19 Januari 2025, selama hampir dua bulan yang melahirkan pembebasan 33 sandera oleh Hamas.

"Jika Hamas terus menolak membebaskan para sandera, saya telah menginstruksikan IDF untuk merebut wilayah tambahan, sambil mengevakuasi penduduk, dan memperluas zona keamanan di sekitar Gaza untuk kepentingan melindungi masyarakat Israel dan tentara IDF, melalui kendali permanen Israel atas wilayah tersebut," tegas Katz dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir CNN.

Baca juga : Sultan Minta Pemerintah Indonesia Desak PBB Sanksi Israel

Katz juga mengatakan bahwa Israel akan melanjutkan Operasi "Kekuatan dan Pedang" dengan intensitas yang meningkat hingga Hamas membebaskan para sandera.

Selain itu, ia menegaskan kepatuhan Israel terhadap proposal yang diajukan oleh Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff, yang mengusulkan mengeluarkan semua sandera, hidup dan mati, dari Gaza dalam dua tahap.

Pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump mendukung keputusan militer Israel. Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan kepada wartawan, Kamis (20/3) bahwa Presiden Donald Trump sepenuhnya mendukung Israel dan tindakan IDF.

Baca juga : Menhan Sjafrie & Republik Ceko Bahas Kolaborasi Pertahanan Strategis

Israel terus menggempur Gaza sejak Selasa (18/3/2025), dengan alasan kebuntuan dalam negosiasi.

Militer Israel telah mendesak penduduk wilayah Al-Salatin, Al-Karama, dan Al-Awda di Gaza selatan untuk mengungsi dari rumah mereka pada Jumat (21/3/2025), menjelang ancaman serangan.

 

Baca juga : Pelaku Yang Mainkan Harga Migor Bakal Ditindak Tegas

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.