Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Konjen RI Jeddah Kunjungi Korban Selamat Kecelakaan Bus Umrah Di Mekkah
Senin, 24 Maret 2025 17:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Konjen RI Jeddah Yusron B Ambary mengunjungi korban yang selamat dari kecelakaan bus umrah yang terjadi di Wadi Qudeid, jalur yang menghubungkan Madinah dan Mekkah, Arab Saudi, Minggu (23/3/2025). Kecelakaan tersebut menyebabkan 6 jemaah umrah Indonesia meninggal dunia dan 14 lainnya mengalami luka-luka.
Konjen Yusron tampak didampingi Ketua Satgas Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Neni Kurniati dan Staf Teknis Imigrasi Okky Aditya Yaksa. Hotel tempat 11 jamaah umroh yang selamat dari kecelakaan berada di Mekkah. Mereka diperbolehkan melanjutkan ibadah karena kondisi yang memungkinkan.
"Kami berada di Mekkah untuk mengurus penggantian dokumen perjalanan bagi jamaah yang dokumennya hilang atau terbakar," kata Yusron lewat instagram KJRI Jeddah, Senin (24/3/2025).
Dalam kunjungan tersebut Tim KJRI berbicara panjang lebar dengan para korban mengenai kecelakaan yang menimpa mereka. Yusron menyampaikan keprihatinan kepada para jamaah. Ia berharap, mereka tabah dan dapat melanjutkan ibadah umroh dengan baik.
Selain menyampaikan keprihatinan, Tim Imigrasi KJRI Jeddah juga datang membawa immigration mobile device. Tujuannya memproses pembuatan dokumen Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) sebagai pengganti paspor jamaah yang hilang maupun terbakar.
Baca juga : WNI Korban Kecelakaan Bus Umroh Luka Bakar 60 persen, Hari Ini Orang Tuanya Jenguk
Dari hotel, KJRI juga mengunjungi dua Rumah Sakit tempat korban luka dirawat, di Mekkah dan Jeddah. Tim mengambil sidik jari dan pas foto guna pengurusan SPLP. Setelah rampung, dokumen pengganti paspornya akan segera diserahkan kepada jamaah.
"Prosesnya cepat. Setelah diambil sidik jari dan foto, proses pencetakannya dilakukan di KJRI. Nanti akan kita antar kembali. Besok (Senin) atau (Minggu) sore sudah bisa kita berikan," ujarnya.
Total ada 12 orang orang telah diproses pembuatan dokumen SPLP. Untuk korban luka berat, satu orang korban masih memiliki paspor.
Kondisi Korban Kecelakaan Umrah
Sementara satu korban lainnya, atas nama Fabian R Respati, belum dapat diproses. Sebab, kondisi kesehatannya yang masih dalam perawatan intensif.
Fabian mengalami 60 persen luka bakar. Namun, dokter memastikan bahwa tidak ada cedera pada organ internalnya. Ia berangkat umroh bersama budenya, Eny Soedarwati, yang meninggal dalam kecelakaan tersebut.
Baca juga : 6 Jemaah Umroh Indonesia Tewas Dalam Kecelakaan Bus Di Wadi Qudeid
Yusron mengatakan, kedua orang tua Fabian sudah tiba di Jeddah untuk menjenguk anaknya di Rumah Sakit. Kedatangan keduanya difasilitasi KJRI Jeddah. Kedua orang tua remaja 14 tahun itu memohon doa untuk kesembuhan ananda Fabian.
"Cerita bapaknya, pada saat Fabian mendengar suara bapaknya ada respon yang excited. Mudah-mudahan dengan adanya kedua orang tuanya proses penyembuhan Fabian bisa lebih cepat, karena ada penyemangat," ujarnya.
Korban luka berat atas nama Ahsantudhonni Ghozali (55 tahun) sudah dipindahkan ke RS King Faisal di Mekkah yang memiliki fasilitas yang lebih baik. Ia mengalami retak tulang.
Sementara Muhammad Alawi (22) yang mengalami retak tulang tangan, masih menunggu waktu prosedur operasi.
"Kondisi stabil dan pihak rumah sakit akan selalu berkoordinasi dengan KJRI," ujarnya.
Baca juga : Ini 4 Pemain Liga Eropa Yang Turun Saat Hadapi Australia
Untuk korban meninggal dunia, Yusron mengatakan, keluarga 5 korban sudah setuju kerabat mereka dimakamkan di Mekah. Setelah mendapatkan persetujuan dari suaminya, satu korban atas nama Dian Novita, rencananya juga akan dimakamkan di tanah suci.
"Kami telah berkoordinasi dengan keluarga, suaminya (Lukman) nampaknya juga setuju memakamkan yang bersangkutan dimakamkan di Mekah. Kami akan meminta persetujuan beliau secara tertulis untuk melakukan proses pemakaman di Arab Saudi," kata Yusron.
Konjen RI kembali berpesan agar warga Indonesia yang ingin pergi umrah hendaknya menggunakan travel terdaftar resmi. Sehingga, jika terjadi peristiwa kecelakaan seperti ini, dapat segera mendapat penanganan yang maksimal.
"Karena ada pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap keselamatan para jamaah," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya