Dark/Light Mode

Bocor Pipa Gas Petronas Picu Kebakaran Besar Di Selangor, 145 Orang Luka

Rabu, 2 April 2025 03:41 WIB
Kebakaran besar di saluran pipa gas Petronas di Putra Heights, Puchong, Selangor, Malaysia, Selasa (1/4/2025). (Foto Pixabay)
Kebakaran besar di saluran pipa gas Petronas di Putra Heights, Puchong, Selangor, Malaysia, Selasa (1/4/2025). (Foto Pixabay)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kebakaran besar di saluran pipa gas Petronas di Putra Heights, Puchong, Selangor, Malaysia, Selasa (1/4/2025), mengakibatkan 145 orang, termasuk tiga anak-anak terluka, dan 67 orang masih dirawat di rumah sakit.

Menteri Kesehatan Dzulkefly Ahmad mengatakan, 41 korban telah diperbolehkan pulang, sementara 37 lainnya mendapatkan perawatan di klinik umum dan rumah sakit swasta. Ada 28 pasien yang berobat di Rumah Sakit Sultan Idris Shah, 22 lainnya di Rumah Sakit Cyberjaya, 13 di Putrajaya, dan dua di Rumah Sakit Ampang.

Dia menambahkan bahwa sebagian besar korban mengalami luka bakar level dua dan semuanya dalam kondisi stabil. Demikian seperti dilansir Channel News Asia.

Baca juga : Kebakaran Pipa Gas Petronas Di Malaysia, 33 Orang Terluka

Pihak berwenang pada awalnya mengatakan bahwa 112 orang terluka dan 63 orang dirawat di rumah sakit. Namun angka itu telah diperbarui. 

Menurut Asisten Direktur Operasional Pemadam Kebakaran Selangor Ahmad Mukhlis Mukhtar, kebakaran disebabkan oleh kebocoran pipa gas Petronas sepanjang 500 meter. Pihak Petronas telah menutup katup pada pipa yang terbakar.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa pipa tersebut meledak dan penduduk merasakan getaran sekitar pukul 08.00 waktu setempat.

Baca juga : Kilang Pertamina Internasional Pastikan Operasional Optimal Selama Libur Lebaran

Saksi mata di pusat-pusat evakuasi menggambarkan adegan kekacauan yang dimulai dengan ledakan.

“Apinya benar-benar besar. Kami tahu sesuatu yang buruk telah terjadi,” kata Raja Hilmy Bin Raja Idris (59) yang rumahnya berjarak 1 km dari kebakaran.

Evian Wee (50) mengatakan bahwa awalnya ia mengira tornado atau gempa bumi telah terjadi.

Baca juga : AQUA Bersama DMI Hadirkan Kebaikan di Dua Masjid Terbesar di Semarang

“Saya melihat cahaya merah yang bergerak saya terus mendengar benda-benda jatuh—kaca, batu, semua pecah. Semua jendela hancur,” ujarnya.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengatakan pemerintah negara bagian dan Petronas akan bertanggung jawab penuh untuk memulihkan area tersebut, dan proses tersebut bisa memakan waktu hingga setahun.

“Ini akan memakan waktu untuk menentukan penyebabnya. Biarkan penyelidikan yang menyeluruh dilakukan. Prioritas kami sekarang adalah keselamatan. Sejauh ini, situasi tampak terkendali,” katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.