Dark/Light Mode

Dino Patti Djalal: Dubes RI Di AS Jangan Kosong Terlalu Lama

Minggu, 13 April 2025 15:07 WIB
Mantan Wamenlu RI Dino Patti Djalal berbicara dalam diskusi yang digelar The Yudhoyono Institute, di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Minggu (13/4/2025). (Foto: RM.ID/BCG)
Mantan Wamenlu RI Dino Patti Djalal berbicara dalam diskusi yang digelar The Yudhoyono Institute, di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Minggu (13/4/2025). (Foto: RM.ID/BCG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menyoroti kekosongan posisi Duta Besar RI untuk Amerika Serikat yang telah berlangsung cukup lama. Menurutnya, kekosongan ini berdampak pada optimalisasi hubungan strategis antara Indonesia dan AS, terutama di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah.

“Kita semua tahu di lapangan, suatu kedutaan yang tidak ada duta besarnya, apalagi selama dua tahun, tidak akan optimal,” ujar Dino dalam diskusi bertajuk “Tata Dunia yang Berubah: Persaingan Kekuatan dan Masa Depan Stabilitas Regional dan Dunia” di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (13/4/2025).

Baca juga : Pelatih Timnas U-17: Fokus Ke Yaman, Jangan Terlena Pujian!

Posisi Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat telah kosong sejak 17 Juli 2023, setelah Rosan Roeslani menyelesaikan masa tugasnya di KBRI Washington DC. Ia dipanggil pulang ke Tanah Air untuk menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN. Sejak saat itu, kursi Dubes RI di AS belum terisi, bahkan hingga berakhirnya masa pemerintahan Presiden Jokowi dan kini memasuki pemerintahan Prabowo Subianto.

Dino mengatakan, saat ini posisi tersebut dijabat oleh charge d’affaires Ida Bagus Made Bimantara yang dinilainya sangat kompeten. Namun, menurut Dino keberadaan seorang duta besar tetap krusial untuk menjalankan diplomasi tingkat tinggi di Washington DC apalagi di tengah perang tarif oleh Trump. 

Baca juga : Skuad Persib Diminta Jangan Terlalu Pede Bakal Juara Lagi

Menurut pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) itu, Amerika Serikat masih menjadi mitra strategis penting bagi Indonesia. Karena itu, posisi Dubes RI di AS seharusnya menjadi prioritas dalam kebijakan luar negeri Indonesia.

“Apalagi dengan situasi politik di AS sekarang. Kita tidak bisa hanya mengandalkan status quo. Harus ada kehadiran diplomatik penuh yang bisa memastikan agenda bilateral terus berjalan, termasuk menjaga spirit partnership yang sempat dibangun di masa pemerintahan sebelumnya,” tegas Dino.

Baca juga : Amankan Pasokan Gas di Madura, PLN EPI dan EML Jalin Kerja Sama

Dalam diskusi itu, Dino juga mendorong Indonesia untuk kembali memainkan peran aktif sebagai kekuatan menengah (middle power) yang dapat menjembatani kerja sama multilateral di tengah rivalitas kekuatan besar. Selain Dino, hadir pula pembicara lainnya yakni Wamenku Arrmanatha Natsir, Senior Fellow CSIS Rizal Sukma, serta Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan. Diskusi dipandu oleh Ahmad Khoirul Umam.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.