Dark/Light Mode

Siap Dimakzulkan, Nasib Sara Duterte Di Tangan Senat

Jumat, 7 Februari 2025 23:43 WIB
Sara Duterte (Foto PNA)
Sara Duterte (Foto PNA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Filipina Sara Duterte tidak takut menghadapi proses pemakzulan dirinya. Dia mengaku telah mempersiapkan diri sejak tahun lalu untuk menghadapi pemakzulan.

Dia dengan senang hati menyambut ayahnya, mantan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, dalam tim pembelaannya jika sang ayah tertarik bergabung.

Setelah parlemen menyetujui pemakzulannya, Senat lah yang membuat keputusan akhir pemakzulannya.

Sara Duterte mengatakan, dia belum membaca dokumen pemakzulan terhadap dirinya yang didukung mayoritas anggota DPR Filipina. Akan tetapi tim pengacaranya sedang mempersiapkan diri untuk persidangan di Senat.

Sidang pemakzulan Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte dimulai setelah Kongres dibuka kembali pada Juni mendatang. Presiden Senat, Francis Escudero memastikan, sidang ini akan berlangsung kredibel dan tidak memihak.

Baca juga : Sidang Senat Pemakzulan Sara Duterte Bakal Digelar Juni

Escudero menolak kemungkinan sidang khusus untuk mempercepat proses pemakzulan, meskipun aktivis mendesak persidangan dilakukan lebih cepat.

"Sidang secepatnya dimulai pada tanggal 2 Juni,"  ujar Escudero.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Filipina sepakat memakzulkan Sara Duterte pada Rabu (5/2). Sebanyak 215 dari 300 anggota DPR menandatangani pengaduan pemakzulan, jauh melebihi jumlah minimum yang dibutuhkan.

"Dengan diajukannya mosi oleh lebih dari sepertiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat, atau sebanyak 215 anggota mosi ini disetujui," kata Ketua DPR, Martin Romualdez, kepada para legislator.

Nasib Sara Duterte kini berada di tangan Senat Filipina. Setidaknya dua pertiga dari 24 senator harus mendukung pemakzulan ini untuk bisa mencopot Sara Duterte dari jabatannya.

Kenapa Sara Duterte Dimakzulkan

Baca juga : Misi Persebaya Sapu Bersih Di Laga Februari

DPR Filipina mengajukan mosi pemakzulan Sara Duterte di antaranya karena enam tuduhan utama. Yang terkait dengan dugaan pelanggaran Konstitusi 1987, Undang-Undang Anti Korupsi dan Praktik Korupsi.

Salah satu tuduhan yang paling memberatkan yaitu dugaan rencana Sara Duterte membunuh Presiden Ferdinand Marcos Jr., Ibu Negara Liza Araneta-Marcos, dan Ketua DPR Romualdez.

Dilansir dari Philippine News Agency (PNA), pernyataan Sara sebelumnya mengenai dia "membayangkan" memenggal kepala presiden juga telah memicu kekhawatiran keamanan nasional. Para anggota parlemen pun berpendapat bahwa membiarkan Sara Duterte tetap menjabat merupakan ancaman langsung terhadap stabilitas nasional.

Selain itu, DPR juga memakzulkan Sara karena sang Wapres diduga menyalahgunakan dan mencairkan dana rahasia sebesar 612,5 juta PHP (sekitar Rp172 miliar) secara ilegal selama masa jabatannya sebagai Wakil Presiden dan Menteri Pendidikan. Sara Duterte juga diduga melakukan suap dan manipulasi keuangan di Kementerian Pendidikan.

"Para anggota parlemen mengatakan bukti menunjukkan dia menyetujui hadiah uang tunai dan suap kepada pejabat tinggi yang menangani proses pengadaan dan penawaran," pemberitaan PNA.

Baca juga : Ditabur Puluhan Ton Garam, Hujan Di Jakarta Menjinak

Lebih dari itu, Sara Duterte juga tak melaporkan aset dan sumber pendapatannya padahal kekayaan bersihnya meningkat empat kali lipat dari tahun 2007 hingga 2017.

Petisi pemazulan DPR meminta Duterte dicopot dari jabatan, dan dilarang memegang jabatan publik seumur hidup. Pemakzulan ini semakin memperdalam perpecahan politik antara Duterte dan Marcos. Putra Presiden, Sandro Marcos, serta Ketua DPR Martin Romualdez, yang juga sepupu presiden, ikut menandatangani petisi pemakzulan.

Sara Duterte belum memberikan tanggapan langsung. Saudaranya, Paolo Duterte menyebut, upaya pemakzulan ini sebagai penganiayaan politik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.