Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Nego Tarif Trump, RI Ajukan 5 Tawaran Ini ke AS: Dari Energi Sampai Teknologi
Jumat, 25 April 2025 10:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia mengajukan lima tawaran kerja sama strategis kepada Amerika Serikat (AS) dalam rangka negosiasi atas kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan pemerintahan Presiden Donald Trump. Langkah ini merupakan bagian dari strategi diplomasi ekonomi Indonesia untuk menjaga keseimbangan perdagangan dan memperkuat kerja sama bilateral.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, lima poin tawaran tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan dan ketahanan energi nasional, akses pasar ekspor ke AS, deregulasi untuk kemudahan berusaha, kerja sama rantai pasok industri strategis, serta penguatan akses teknologi di sektor-sektor utama seperti kesehatan, pertanian, dan energi baru terbarukan.
“Secara keseluruhan, Amerika Serikat mengapresiasi langkah yang dilakukan Indonesia,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers daring, Jumat (25/4).
Baca juga : Malam Ini, Derbi Suramadu Bakal Sengit
Airlangga menegaskan bahwa pendekatan Indonesia dalam proses negosiasi mengedepankan kepentingan nasional dengan tetap menjaga hubungan baik dengan Amerika Serikat.
Pemerintah juga telah menandatangani kesepakatan non-disclosure agreement (NDA) dengan United States Trade Representative (USTR), sebagai tanda masuknya Indonesia dalam fase awal negosiasi teknis.
“Mereka semua membuka ruang dialog serta memberikan kesempatan untuk pembahasan teknis secara detail dalam dua minggu ke depan,” ujarnya.
Baca juga : Nego Tarif Impor, Indonesia Tambah Pembelian Energi Hingga Gandum Dari AS
Negosiasi ini merupakan respons terhadap rencana pemberlakuan tarif impor tambahan oleh AS, yakni tarif dasar 10 persen dan resiprokal 32 persen atas produk Indonesia. Pemerintah Indonesia menilai kebijakan tersebut akan berdampak signifikan terhadap kinerja ekspor dan struktur perdagangan nasional.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa isu tarif ini juga mencerminkan ketegangan perdagangan global yang tengah berlangsung, khususnya dalam konteks hubungan antara AS dan Tiongkok. Ia menekankan pentingnya reformasi di sektor perdagangan global agar lebih adil dan inklusif.
“Selama ini banyak negara miskin merasa globalisasi tidak adil. Justru negara besar seperti Amerika juga merasa menjadi korban dari globalisasi,” tandasnya.
Baca juga : Soal Tarif Trump, Hikmahanto: Indonesia Tak Perlu Kirim Tim Negosiasi
Selain menemui Menteri Keuangan AS Scott Bessent, delegasi Indonesia juga menggelar pertemuan dengan Menteri Perdagangan Howard Lutnick dan Jamieson Greer dari USTR. Dalam pertemuan itu, pihak AS mengapresiasi respons cepat Indonesia serta kesiapan dalam memulai proses negosiasi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya