Dark/Light Mode

Korban Tewas Di Bandar Abbas Jadi 46 Orang, KBRI Teheran: Tidak Ada WNI

Senin, 28 April 2025 16:54 WIB
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Rolliansyah Soemirat. (Foto Dok RM.id)
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Rolliansyah Soemirat. (Foto Dok RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jumlah korban tewas akibat ledakan di Pelabuhan Shahid Rajaee, Bandar Abbas, Provinsi Hormozgan bertambah menjadi 46 orang, Senin (28/4/2025). Angka tersebut disampaikan Direktur Jenderal Departemen Krisis Manajemen Provinsi Hormozgan. Sementara itu, imbuhnya, 1.072 korban luka telah dipulangkan dari rumah sakit, 138 pasien masih dirawat di rumah sakit.

"Sembilan korban luka dipindahkan ke rumah sakit di luar Provinsi Hormozgan untuk perawatan khusus. Orang-orang yang terluka dirawat di lima rumah sakit, di Khatam al-Anbiya, Shahid Mohammadi, Khalij-e Fars, Saheb Al Zaman, dan Sayyed Al-Shuhada milik Angkatan Darat," terangnya, dilansir media Iran, IRNA.

"Sebanyak 70 ambulans dikerahkan untuk mengangkut mereka yang terluka dalam insiden ini," imbuhnya.

Baca juga : Ledakan Di Pelabuhan Bandar Abbas, Iran Tetapkan Hari Berkabung Nasional

Pihak berwenang Iran telah membentuk tim untuk menyelidiki penyebab ledakan tersebut. Ledakan dahsyat melanda Pelabuhan Shahid Rajaee, Sabtu (26/4/2025), menyebabkan kerusakan signifikan pada salah satu dari 23 dermaga.

Dengan luas sekitar 2.400 hektar, Pelabuhan Shahid Rajaee memiliki kapasitas untuk menangani volume kargo tahunan sebesar 70 juta ton. Insiden yang terjadi di pelabuhan strategis yang berbatasan dengan Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA) ini diduga dipicu kebakaran kecil yang berkembang pesat akibat suhu ekstrem mencapai 40 derajat Celsius.

Kebakaran tersebut kemudian memicu ledakan besar dari tumpukan bahan kimia dan gas di kawasan pelabuhan. Pihak berwenang Iran masih menyelidiki penyebab pasti dari kebakaran yang memicu ledakan tersebut. Kondisi cuaca yang sangat panas dan kekurangan sistem pemadam kebakaran yang memadai diduga memperparah kondisi.

Baca juga : Korban Tewas Gempa Dahsyat Myanmar Kini Tembus 1.644, Korban Luka 3.408

Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) melalui Juru Bicara Rolliansyah Soemirat menyampaikan bahwa tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam insiden ledakan besar di Iran. Meskipun dampaknya cukup luas, KBRI Teheran memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan mengenai WNI yang terdampak dalam insiden tersebut.

Ia mencatat, total 385 WNI yang berada di Iran, sebagian besar merupakan mahasiswa yang tinggal di Qom, serta sejumlah lainnya berdomisili di Ibu Kota Iran, Tehran.

"Tidak ada WNI yang menetap di wilayah Bandar Abbas," jelas Rolliansyah.

Baca juga : Innalillahi, Korban Tewas Gempa Myanmar Tembus 1.000 Orang, 2.300 Terluka

Ia juga menambahkan, tahun lalu sempat tercatat ada dua WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di sana. Namun, keduanya telah kembali ke Indonesia.

KBRI Tehran, lanjutnya, terus memantau perkembangan situasi dan melakukan koordinasi intensif dengan otoritas setempat dan komunitas WNI di berbagai wilayah Iran. Sebagai langkah antisipasi, WNI yang berada di Iran diimbau untuk tetap waspada dan segera menghubungi KBRI Tehran apabila membutuhkan bantuan. Layanan hotline KBRI dapat diakses melalui nomor +989024668889.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.