Dark/Light Mode

Presiden AS Donald Trump Panen Kritikan Usai Posting Gambar AI Jadi Paus

Minggu, 4 Mei 2025 06:11 WIB
Foto: IG/Whitehouse
Foto: IG/Whitehouse

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuai kritik dari kalangan umat Katolik, setelah mengunggah gambar diri sebagai Paus, yang diproduksi dengan menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Gambar yang dibagikan oleh akun media sosial resmi Gedung Putih itu muncul di tengah suasana duka umat Katolik atas kematian Paus Fransiskus pada 21 April, dan bersiap untuk memilih Paus berikutnya.

Konferensi Katolik Negara Bagian New York menuding Trump mengolok-olok iman. Kelompok yang mewakili para uskup di New York itu mengkritik gambar tersebut melalui platform media sosial X.

"Tidak ada yang pintar atau lucu tentang gambar ini, Tuan Presiden," tulis kelompok tersebut.

Baca juga : Cristiano Ronaldo Gigit Jari Di Pentas Liga Champions Asia Elite

"Kami baru saja menguburkan Paus Fransiskus yang terkasih, dan para kardinal akan memasuki konklaf khidmat untuk memilih pengganti baru Santo Petrus. Jangan mengejek kami," imbuhnya.

Postingan gambar AI itu muncul beberapa hari, setelah Trump bercanda kepada wartawan: "Saya ingin menjadi Paus".

Trump bukanlah presiden pertama yang dituduh mengolok-olok iman Katolik. Tahun lalu, mantan Presiden AS Joe Biden juga memicu kemarahan umat Katolik lantaran membuat tanda salib dalam rapat umum pro-aborsi di Tampa, Florida.

Juru Bicara Vatikan Matteo Bruni menolak menjawab pertanyaan tentang unggahan Trump, dalam jumpa pers dengan wartawan pada Sabtu (3/5/2025).

Baca juga : Denny JA Dan 9 Kampus Luncurkan Studi Agama Era AI

Saat ini, Vatikan tengah bersiap menyelenggarakan konklaf, untuk memilih pengganti Fransiskus yang akan dimulai pada Rabu (7/5/2025).

Gambar yang diunggah Trump pada Jumat (2/5/2025) malam, memperlihatkan dirinya mengenakan jubah putih dan miter runcing, yang secara tradisional dikenakan oleh seorang uskup.

Dalam gambar AI itu, Trump mengenakan salib besar di lehernya. Jarinya diangkat, dengan ekspresi wajah yang serius.

Mantan Perdana Menteri Italia yang condong ke haluan kiri: Matteo Renzi juga mengecam unggahan Trump.

Baca juga : Pertemuan Sugiono Dengan Menlu China & AS Tidak Pas

"Ini adalah gambar yang menyinggung orang beriman, menghina lembaga, dan menunjukkan bahwa pemimpin dunia sayap kanan senang bercanda," tulis Renzi dalam bahasa Italia di X.

Namun, Gedung Putih menolak segala anggapan yang menyebut Trump mengolok-olok kepausan.

"Presiden Trump terbang ke Italia untuk memberi penghormatan kepada Paus Fransiskus dan menghadiri pemakamannya. Trump telah menjadi pejuang setia bagi umat Katolik dan kebebasan beragama," kata Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, seperti dikutip BBC, Sabtu (4/5/2025).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.