Dark/Light Mode

Sore Ini 133 Kardinal Mulai Pilih Paus: Disumpah Jaga Rahasia, Sinyal Telepon Dimatikan

Rabu, 7 Mei 2025 09:08 WIB
Ruang konklaf di Kapel Sistina, Vatikan. (Foto: Instagram Vaticannews)
Ruang konklaf di Kapel Sistina, Vatikan. (Foto: Instagram Vaticannews)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gereja Katolik sedunia bersiap menyambut pemimpin baru. Sore ini, sebanyak 133 kardinal dijadwalkan mulai mengikuti konklaf di Kapel Sistina, Vatikan. Proses pemilihan dilakukan secara tertutup. Untuk menjaga kerahasiaan, sinyal telepon akan dimatikan agar tidak ada informasi yang bocor.

Konklaf adalah istilah yang merujuk suatu pertemuan Dewan Kardinal tertutup dan rahasia untuk memilih Paus. Prosesnya dijadwalkan berlangsung Rabu (7/5/2025) sore waktu setempat. Dari 252 kardinal dari seluruh dunia, 133 yang berhak memilih karena mereka berusia di bawah 80 tahun. 

Kantor Pers Tahta Suci melaporkan, Selasa (6/5/2025), sebanyak 133 kardinal dari seluruh dunia telah tiba di Roma untuk memberikan suara pada konklaf. Nantinya, mereka akan menginap di Casa Santa Marta atau di Santa Marta lama.

Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Uskup Agung Jakarta, menjadi salah satu peserta konklaf. Kardinal asal Yogyakarta ini tiba di Vatikan, Roma, Selasa (6/5/2025). Instagram Humas Keuskupan Agung Jakarta membagikan momen Suharyo tiba di Vatikan. 

Baca juga : Gahar, Tiga Singa Terkam Latvia 3-0

Kardinal Suharyo memprediksi, pemilihan Paus akan berlangsung alot. Namun, konklaf kali ini bakal berlangsung singkat. “Antara dua sampai tiga hari,” ujar Kardinal berusia 74 tahun tersebut.

Saat proses konklaf berlangsung, Vatikan akan kembali menerapkan langkah pengamanan ketat. Termasuk memutus seluruh sinyal telepon dan komunikasi elektronik di area Kapel Sistina.

Juru Bicara Vatikan Matteo Bruni mengatakan, pemutusan sinyal bakal dimulai Rabu (7/5/2025) pukul 15.00 waktu setempat. Teknologi pengacak sinyal akan digunakan untuk memblokir akses ponsel, Wi-Fi, dan internet.

"Para kardinal diminta meninggalkan ponsel mereka di kediaman masing-masing dan tidak membawa perangkat elektronik apa pun ke Kapel Sistina. Pemilihan ini harus berlangsung sangat tertutup,” ujar Bruni, seperti dikutip AFP, Selasa (6/5/2025).

Baca juga : AS Mau Ambil Alih Gaza, Trump Minta Warga Palestina Cari Tempat Lain

Ia mengingatkan, para kardinal bersumpah untuk mematuhi peraturan Vatikan yang mengatur konklaf dan melarang pengungkapan informasi apa pun tentang proses pemilihan. Termasuk larangan komunikasi dengan dunia luar hingga pemilihan selesai. "Sinyal akan dipulihkan setelah pengumuman pemilihan Paus tertinggi," ujarnya.

Bruni menambahkan, langkah pemutusan sinyal ini tidak mencakup Lapangan Santo Petrus, tempat ribuan umat dan peziarah biasanya berkumpul untuk menantikan pengumuman Paus baru. Dia memastikan, masyarakat dapat menyaksikan tanda-tanda visual yang menunjukkan proses pemilihan sedang berlangsung, termasuk asap yang keluar dari cerobong Kapel Sistina.

Sebelum pemungutan suara dimulai, para kardinal mengikuti Misa Kudus Pemilihan Paus di Kapel Paulina. Seusai Misa, para kardinal diberangkatkan menuju Kapel Sistina. Di sana, mereka meletakkan tangan di atas Kitab Suci dan mengucapkan sumpah untuk menjaga kerahasiaan pemilihan.

Sumpah yang sama juga diucapkan para petugas pendukung yang terlibat dalam konklaf. Pengambilan sumpah bagi mereka sudah dilakukan pada Senin (5/5/2025) di Kapel Paulina, dipimpin Kardinal Kevin Joseph Farrell selaku Camerlengo Gereja Roma Suci. Mereka yang diambil sumpahnya meliputi pejabat Gereja, staf liturgi, tenaga medis, operator, petugas teknis, hingga personel Garda Swiss.

Baca juga : Dedikasi Perwira Elnusa, Jaga Ketahanan Energi Nasional Selama Momen Nataru

Setelah para kardinal memasuki Kapel Sistina dan upacara pembukaan selesai, Pemimpin Liturgi Kepausan akan mengucapkan frasa Latin “Extra Omnes!”, yang berarti “semua orang keluar”. Setelah itu, hanya para kardinal elektor yang akan tinggal di dalam kapel, dan pintu dikunci hingga proses pemilihan selesai. Setiap hari, akan dilakukan hingga empat kali pemungutan suara, yaitu dua kali di pagi hari dan dua kali di sore hari.

Konklaf dapat berlangsung dalam beberapa putaran pemungutan suara. Seorang calon Paus harus memperoleh dukungan dua pertiga dari jumlah suara sah untuk dinyatakan terpilih. Bila tidak tercapai, proses pemungutan suara akan diulang hingga mencapai kesepakatan.

Setiap kali belum tercapai hasil, cerobong di Kapel Sistina akan mengeluarkan asap hitam. Sebaliknya, jika sudah ada yang terpilih, asap putih akan mengepul dan disusul pengumuman resmi dari balkon Basilika Santo Petrus.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.