Dark/Light Mode

Saling Serang Gara-gara Krisis Kashmir

Analis: India-Pakistan Hindari Perang Nuklir

Kamis, 8 Mei 2025 04:05 WIB
Puing-puing pesawat tergeletak di kompleks masjid di Pampore di distrik Pulwama di Kashmir yang dikuasai India, Rabu (7/5/2025). (Foto Daryasin/AP)
Puing-puing pesawat tergeletak di kompleks masjid di Pampore di distrik Pulwama di Kashmir yang dikuasai India, Rabu (7/5/2025). (Foto Daryasin/AP)

 Sebelumnya 
India dan Pakistan adalah dua negara bertetangga yang memiliki kekuatan senjata nuklir. India dikabarkan memiliki 172 rudal nuklir. Sementara Pakistan memiliki 170 rudal nuklir.

Purnawirawan Jenderal India Raj Shukla mengatakan kepada ABC News, Rabu (7/5/2025), India tidak memiliki kebijakan untuk memprioritaskan penggunaan senjata nuklir.

Baca juga : India & Pakistan Diminta Cari Solusi Lewat Dialog

“Pemerintah Pakistan juga tidak akan menggunakan senjata nuklir mereka. Itu pilihan terakhir jika serangan sudah membahayakan eksistensi Pakistan sebagai negara berdaulat,” terang Shukla.

Dia yakin, baik India maupun Pakistan masih bisa berpikir waras untuk tidak gegabah dalam menggunakan senjata nuklir.

Baca juga : India Dan Pakistan Saling Balas Langkah Diplomatik

“China bisa langsung turun membujuk Pakistan dan di sisi lain, ada AS dan Rusia yang akan membujuk India untuk tidak gegabah,” sambung Shukla.

Analis konflik internasional berbasis di Washington, Amerika Serikat, Michael Kugelman mengatakan, kemungkinan penggunaan senjata nuklir masih sangat mungkin.

Baca juga : Hidupkan Semangat Kartini, Ini Cara Pertamina Berdayakan Perempuan Bangun Ekonomi Desa

“Melihat ketegangan yang terjadi belakangan ini, Pemerintahan Perdana Menteri India Narendra Modi mendapat tekanan besar untuk memberikan pukulan lebih keras untuk Pakistan,” ujar Kugelman.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.