Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Saling Serang Gara-gara Krisis Kashmir
Analis: India-Pakistan Hindari Perang Nuklir
Kamis, 8 Mei 2025 04:05 WIB
Sebelumnya
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan di media sosial X, dia memantau situasi antara India dan Pakistan dengan cermat.
Rubio mengatakan, dia sependapat dengan pernyataan Trump yang berharap ketegangan antara New Delhi dengan Islambad segera berakhir.
Baca juga : India & Pakistan Diminta Cari Solusi Lewat Dialog
Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif telah mengadakan pertemuan Komite Keamanan Nasional (NSC) untuk membahas aksi balasan kepada India.
Dalam kicauannya di X, PM Sharif menyebut, musuh licik telah melakukan serangan pengecut di lima lokasi di wilayah Pakistan.
Baca juga : India Dan Pakistan Saling Balas Langkah Diplomatik
“Pakistan memiliki hak penuh untuk memberikan respons tegas terhadap tindakan perang yang dilakukan oleh India, dan respons itu kini tengah berlangsung maksimal,” ujar Sharif melalui kicauannya seperti dikutip dari Al Jazeera, Rabu (7/5/2025).
Dia juga menegaskan tak akan membiarkan musuh berhasil melakukan tindakan jahat mereka.
Baca juga : Hidupkan Semangat Kartini, Ini Cara Pertamina Berdayakan Perempuan Bangun Ekonomi Desa
Sejumlah analis menilai, ketegangan India dan Pakistan sangat rawan menciptakan bentrok senjata. Namun, kemungkinan kedua negara itu melepaskan senjata nuklir masih kecil.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya