Dark/Light Mode

Kiriman Pangan Belum Sampai Ke Warga Gaza

PBB: Israel Persulit Distribusi Bantuan

Kamis, 22 Mei 2025 04:05 WIB
Pemerintah Israel pada Selasa (20/5/2025) telah memfasilitasi 93 truk bantuan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)  ke Jalur Gaza melalui Perlintasan Kerem Shalom, Israel selatan. (Foto Flash90 via JNS)
Pemerintah Israel pada Selasa (20/5/2025) telah memfasilitasi 93 truk bantuan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke Jalur Gaza melalui Perlintasan Kerem Shalom, Israel selatan. (Foto Flash90 via JNS)

 Sebelumnya 
Najjar memutuskan menjadi jurnalis lepas dan mulai melaporkan kondisi Gaza secara langsung. Saat ini, dia bekerja sebagai koresponden untuk Press TV di Khan Yunis, Gaza selatan.

Menurut Najjar, warga Gaza sadar bahwa kelaparan digunakan sebagai senjata untuk menekan dan menghancurkan semangat perjuangan. Namun, dia menegaskan, tidak akan ada kompromi atas Tanah Air mereka. Bahkan, jika warga Gaza harus melawan dengan perut kosong.

Baca juga : Pesawat Kepresidenan Berganti Warna, PCO: Tak Perlu Dibesar-besarkan

“Kami memang lapar, tapi bukan bodoh. Kami tahu Israel bisa membuat kami kelaparan dan membantai karena AS mengizinkannya. Kami tahu menghentikan genosida bukan prioritas Washington. Kami sadar, kami bukan cuma sandera Israel, tapi juga AS,” tegasnya.

Dilansir BBC, Rabu (21/5/2025), ada 93 truk yang masuk membawa makanan, susu bayi, peralatan medis dan obat-obatan tiba di Gaza, Selasa (20/5/2025). Bantuan tersebut masuk melalui perlintasan perbatasan Kerem Shalom, Israel selatan. Wilayah tersebut sangat strategis karena terletak antara Gaza, Israel dan Mesir.

Baca juga : Barantin Ajak Pelaku Usaha Kolaborasi Perkuat Sistem Pre Border Karantina

Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan, jumlah bantuan tersebut lebih sedikit dibandingkan kebutuhan warga Gaza yang diperkirakan mencapai 600 truk per hari. Sekitar 2,1 juta penduduk Gaza saat ini bergantung pada bantuan suplai makanan, air dan obat-obatan untuk bertahan hidup.

Dujarric kembali menjelaskan, prosedur militer Israel yang mewajibkan bantuan dibongkar dan dimuat ulang, sangat menghabiskan waktu dan tenaga, serta memperumit proses distribusi.

Baca juga : Amankan Paskah Di Gereja Katedral, 154 Personel Dikerahkan Tanpa Bawa Senjata

“Tim menunggu beberapa jam agar Israel mengizinkan mereka mengakses area tersebut. Tetapi sayang, mereka tidak dapat membawa pasokan tersebut ke gudang kami,” terangnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.