Dark/Light Mode

Diskusi President Club Business Forum

Hadapi Era Kebijakan Tarif Trump, Peluang dan Tantangan Bisnis Indonesia

Rabu, 28 Mei 2025 21:17 WIB
President Club Business Forum menyelenggarakan diskusi soal menangkap peluang bisnis di saat adanya kebijakan tarif Amerika Serikat, di Jakarta,  Rabu (28/5/2025).
President Club Business Forum menyelenggarakan diskusi soal menangkap peluang bisnis di saat adanya kebijakan tarif Amerika Serikat, di Jakarta, Rabu (28/5/2025).

 Sebelumnya 
Dalam sesi diskusi banyak pandangan yang beragam terhadap langkah yang bisa dilakukan Pemerintah. Mantan Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN Bagas Hapsoro menyatakan bahwa Indonesia harus memanfaatkan posisinya di level regional dan multilateral.

Dalam menghadapi kebijakan Reciprocal Tariff Trump, Indonesia memiliki beberapa strategi untuk meningkatkan daya saingnya dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya.

Berikut beberapa perbandingan kompetitivitas Indonesia dengan negara-negara ASEAN lainnya: Tarif Timbal Balik: Indonesia dikenakan tarif 32 persen, lebih tinggi dari Malaysia (24 persen) dan Filipina (17 persen), namun lebih rendah dari Thailand (36 persen).

Baca juga : Bebelac Dukung Kecerdasan Akal dan Sosial Anak Indonesia

Sementara itu, Kamboja (49 persen), Laos (48 persen), Vietnam (46 persen), dan Myanmar (44 persen) memiliki tarif lebih tinggi.

3 Strategi Menghadapi Tarif

Pemerintah Indonesia menempuh beberapa strategi untuk menghadapi kebijakan tarif ini, seperti:

Baca juga : Bamsoet: Indonesia Bisa Hadapi Dampak Kebijakan Trump dengan Strategi Adaptif

- Solidaritas Regional ASEAN: Indonesia mendukung Malaysia sebagai Ketua ASEAN untuk memulai dialog regional ASEAN dengan AS.

- Diversifikasi Pasar Ekspor: Pemerintah Indonesia mempercepat penyelesaian 16 perjanjian perdagangan bebas (FTA) untuk memperluas akses pasar dan memperkuat hubungan perdagangan internasional.

-Peluang Meningkatkan persaingan: Indonesia dapat meningkatkan kompetitifnya dengan memanfaatkan peluang-peluang strategis, seperti relokasi Industri: Indonesia dapat menarik investasi di sektor manufaktur, khususnya elektronik dan otomotif, dengan mempercepat reformasi birokrasi dan regulasi.

Baca juga : Airlangga Temui Presiden JCCI, Bahas Penguatan Investasi Jepang Di Indonesia

Namun yang tidak kalah pentingnya, menurut Bagas Hapsoro Indonesia dapat melakukan beberapa langkah tambahan, yaitu: Diplomasi Perdagangan.

-Indonesia berencana menghidupkan kembali forum kerja sama bilateral dengan AS melalui Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) dan Diversifikasi Pasar Ekspor: Indonesia dapat membuka pasar baru di Afrika, Asia Selatan, dan Timur Tengah dengan memperkuat diplomasi ekonomi.

Secara umum, forum yang dipandu Budiman Tanaredjo berkesimpulan bahwa di tengah perubahan kebijakan global, pengusaha Indonesia harus bersikap aktif, membangun jejaring yang kuat, serta jeli membaca peluang yang tercipta dari ketidakpastian. Pemerintah dan pelaku usaha harus terus bersinergi untuk memastikan posisi Indonesia tetap kompetitif dalam peta perdagangan internasional, terutama di era kebijakan tarif Trump.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.