Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Seorang atlet paralayang profesional asal China mengalami pengalaman menakjubkan yang hampir merenggut nyawanya. Dia selamat setelah tersedot ke dalam awan raksasa, awan cumulonimbus.
Pria bernama Liu Ge itu terbawa angin hingga ketinggian ekstrem 8.600 meter (m). Insiden ini terjadi saat dia terbang di Pegunungan Qilian, perbatasan Gansu dan Qinghai, pada 24 Mei 2025.
Dalam foto dan video yang viral, terlihat Liu Ge berjuang menghadapi suhu ekstrem -40°C. Pada ketinggian tersebut oksigen sangat tipis. Wajah dan pakaiannya tertutup es.
Baca juga : Pecah Ketuban, Penyiar Berita Pagi Tetap On Air
Liu Ge tampak kesulitan bernapas dan tangannya nyaris beku. Tapi dia masih bisa berkomunikasi dengan temannya melalui interkom.
Tersedot ke awan cumulonimbus adalah fenomena langka yang dikenal sebagai cloud suck. Hal ini diakibatkan tarikan kuat ke atas yang terjadi di bawah awan besar akibat arus udara panas naik (thermal).
Terkadang seorang paralayang sudah mencoba untuk turun. Tapi fenomena itu membuat paralayang semakin ketarik ke atas.
Baca juga : Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil Sangat Penting bagi Ibu dan Anaknya
Batas legal terbang paralayang di Negeri Tirai Bambu hanya 5.000 m. Karena tidak berencana terbang setinggi itu, Liu Ge tidak membawa masker oksigen atau pakaian tebal. Meski begitu, dia tetap terhubung dengan tim di darat. Akhirnya, dia berhasil turun dengan selamat.
Liu Ge jadi viral di media sosial. Namun popularitasnya bisa berdampak buruk karena dia diduga tidak melaporkan lokasi dan waktu terbang sesuai aturan. Pihak berwenang pun telah membuka penyelidikan resmi.
Meski banyak yang menganggap penerbangannya sebagai rekor, Liu Ge meminta warganet tidak membesar-besarkan kejadian tersebut karena khawatir dengan konsekuensi hukum.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya