Dark/Light Mode

Kesedot Awan, Nyaris Beku Di Ketinggian 8.600 Meter

Senin, 2 Juni 2025 06:20 WIB
Atlet paralayang profesional Liu Ge saat terbang di ketinggian ekstrem 8.600 meter. (Foto via Oddity Central)
Atlet paralayang profesional Liu Ge saat terbang di ketinggian ekstrem 8.600 meter. (Foto via Oddity Central)

RM.id  Rakyat Merdeka - Seorang atlet paralayang profesional asal China mengalami pengalaman menakjubkan yang hampir merenggut nyawanya. Dia selamat setelah tersedot ke dalam awan raksasa, awan cumulonimbus.

Pria bernama Liu Ge itu terbawa angin hingga ketinggian ekstrem 8.600 meter (m). Insiden ini terjadi saat dia terbang di Pegunungan Qilian, perbatasan Gansu dan Qinghai, pada 24 Mei 2025.

Dalam foto dan video yang viral, terlihat Liu Ge berjuang menghadapi suhu ekstrem -40°C. Pada ketinggian tersebut oksigen sangat tipis. Wajah dan pakaiannya tertutup es.

Baca juga : Pecah Ketuban, Penyiar Berita Pagi Tetap On Air

Liu Ge tampak kesulitan bernapas dan tangannya nyaris beku. Tapi dia masih bisa berkomunikasi dengan temannya melalui interkom.

Tersedot ke awan cumulonimbus adalah fenomena langka yang dikenal sebagai cloud suck. Hal ini diakibatkan tarikan kuat ke atas yang terjadi di bawah awan besar akibat arus udara panas naik (thermal).

Terkadang seorang paralayang sudah mencoba untuk turun. Tapi fenomena itu membuat paralayang semakin ketarik ke atas.

Baca juga : Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil Sangat Penting bagi Ibu dan Anaknya

Batas legal terbang paralayang di Negeri Tirai Bambu hanya 5.000 m. Karena tidak berencana terbang setinggi itu, Liu Ge tidak membawa masker oksigen atau pakaian tebal. Meski begitu, dia tetap terhubung dengan tim di darat. Akhirnya, dia berhasil turun dengan selamat.

Liu Ge jadi viral di media sosial. Namun popularitasnya bisa berdampak buruk karena dia diduga tidak melaporkan lokasi dan waktu terbang sesuai aturan. Pihak berwenang pun telah membuka penyelidikan resmi.

Meski banyak yang menganggap penerbangannya sebagai rekor, Liu Ge meminta warganet tidak membesar-besarkan kejadian tersebut karena khawatir dengan konsekuensi hukum.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.