Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Propaganda Dan Disinformasi Seliweran Di Media Sosial
Perang India-Pakistan Lanjut Ke Ranah Digital
Selasa, 3 Juni 2025 06:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Saat ketegangan mulai berkurang usai saling tembak pada awal Mei 2025, India dan Pakistan malah melakukan perang lain di ranah digital.
Kepolisian India menangkap sejumlah warga negaranya yang ketahuan bersikap ramah dan bersahabat dengan Pakistan. Dilansir Channel News Asia, Senin (2/6/2025), kepolisian di wilayah bagian utara India, Assam, mengamankan 81 orang yang bersimpati dengan Pakistan.
“Mereka masuk ke dalam kelompok anti-nasionalis yang mendukung Pakistan. Sistem keamanan kami terus menyelidiki pergerakan kelompok ini lewat media sosial mereka,” kata Menteri Utama Assam Himanta Biswa Sarma, Minggu (1/6/2025).
Konflik India dan Pakistan kini berlanjut dengan misinformasi, propaganda dan penyensoran di media sosial. Situasi ini menciptakan kebingungan publik terkait siapa yang memutarbalikkan fakta dan versi peristiwa mana yang harus dipercaya.
Baca juga : Stephanie Poetri, Nikah Dengan Aspri, Pakai Dress Simpel
India dan Pakistan makin ketat mengawasi postingan media sosial warganya pasca serangan pada 22 April 2025 terhadap wisatawan di Kashmir yang dikelola India.
Para ahli memperingatkan bahwa platform digital kini telah berubah menjadi medan perang informasi. Propaganda berbasis kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence), disinformasi yang terorganisir dan penyensoran ekstrem, telah menjadi senjata baru yang mengancam kebenaran, stabilitas dan perdamaian regional, terutama di Asia Selatan.
Menurut Direktur Media Matters for Democracy Asad Baig, banyak media penyiaran, terutama di India, menyebarkan informasi palsu, gambar rekayasa dan narasi sensasional demi mengejar keterlibatan digital.
“Disinformasi sebagian besar datang dari pihak India,” ujar Baig kepada Arab News pada 29 Mei 2025.
Baca juga : Mau Bikin Negara Yahudi, Tabrak Bus Jemaah Haji di Tepi Barat: Israel Dikutuk Dunia
Media, lanjutnya, berubah menjadi alat propaganda, mengutamakan sensasi dan monetisasi daripada integritas informasi.
Seorang aktivis hak digital di India Usama Khilji mengkritik media yang gagal memverifikasi informasi secara independen.
Dia menegaskan, pentingnya memanfaatkan alat seperti citra satelit dan sumber lapangan untuk mengecek klaim yang dibuat oleh negara.
Platform X yang telah diblokir Pemerintah Pakistan sejak Februari 2024, tiba-tiba dipulihkan pada 7 Mei 2025 saat Pakistan merespons serangan rudal India.
Baca juga : Menag Ucapkan Syukur: Persoalan Haji Terurai Dengan Baik
Pemulihan akses ini disebut sebagai strategi agar narasi Pakistan tetap terdengar oleh dunia internasional.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya