Dark/Light Mode

Propaganda Dan Disinformasi Seliweran Di Media Sosial

Perang India-Pakistan Lanjut Ke Ranah Digital

Selasa, 3 Juni 2025 06:20 WIB
Pagar di sepanjang Garis Kontrol antara India dan Pakistan digambarkan dalam sebuah tur yang diselenggarakan Angkatan Darat India untuk para jurnalis yang berkunjung ke utara Kashmir India, pada tanggal 19 Mei 2025. (Foto: Foto: REUTERS/SHARAFAT).
Pagar di sepanjang Garis Kontrol antara India dan Pakistan digambarkan dalam sebuah tur yang diselenggarakan Angkatan Darat India untuk para jurnalis yang berkunjung ke utara Kashmir India, pada tanggal 19 Mei 2025. (Foto: Foto: REUTERS/SHARAFAT).

 Sebelumnya 
Namun, ironi terjadi ketika perang sebenarnya berlangsung, X justru dibuka, yang berbanding terbalik dengan alasan pelarangan sebelumnya, yaitu keamanan nasional Pakistan.

Sementara, Pemerintah India memblokir lebih dari 8 ribu akun media sosial termasuk dari jurnalis, influencer dan media asal Pakistan. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa hanya satu narasi yang dibiarkan menguasai ruang publik.

Jurnalis AFP Rimal Farrukh menyatakan, misinformasi digi­tal ini juga dibumbui ujaran kebencian yang menyasar komu­nitas yang rentan, yakni Muslim di India dan Hindu di Pakistan.

Baca juga : Stephanie Poetri, Nikah Dengan Aspri, Pakai Dress Simpel

“Visual menyesatkan, rekaman daur ulang dan bahasa yang tidak manusiawi digunakan untuk memperkuat prasangka dan menimbulkan ketakutan,” ujarnya kepada Al Jazeera.

Konflik India-Pakistan dipi­cu serangan di wilayah Kash­mir yang dikelola India dan menewaskan 28 orang. India menuduh Pakistan mendalangi serangan tersebut, klaim yang secara tegas dibantah Islamabad.

Ketegangan meningkat men­jadi salin serang militer kedua negara selama empat hari pada awal Mei 2025, dan baru mereda setelah gencatan senjata diten­gahi Amerika Serikat pada 10 Mei 2025.

Baca juga : Mau Bikin Negara Yahudi, Tabrak Bus Jemaah Haji di Tepi Barat: Israel Dikutuk Dunia

New Delhi menyalahkan Is­lamabad karena mendukung kelompok militan yang katanya melakukan serangan. Tuduhan itu pun dibantah Pakistan.

Badan Antiterorisme India bulan lalu menangkap seorang perwira polisi paramiliter karena diduga menjadi mata-mata Pakistan. Pihak berwenang juga telah menangkap sedikitnya 10 orang atas tuduhan spionase. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Selasa, 3 Juni 2025 dengan judul "Propaganda Dan Disinformasi Seliweran Di Media Sosial, Perang India-Pakistan Lanjut Ke Ranah Digital"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.