Dark/Light Mode

Dubes Rusia Sergei Tolchenov Bikin Origami Di Acara Budaya Cranes of Peace

Kamis, 5 Juni 2025 04:15 WIB
Dubes Sergei Tolchenov (ketiga kiri) dan Dubes Palestina Zuhair Al-Shun (kedua kiri) asyik berbincang sambil membuat origami, dalam peringatan Hari Anak Internasional di Russian House, Jakarta, Minggu (1/6/2025). (Foto Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)
Dubes Sergei Tolchenov (ketiga kiri) dan Dubes Palestina Zuhair Al-Shun (kedua kiri) asyik berbincang sambil membuat origami, dalam peringatan Hari Anak Internasional di Russian House, Jakarta, Minggu (1/6/2025). (Foto Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional, Rumah Rusia di Jakarta (Russian House) menyelenggarakan acara budaya bertajuk Cranes of Peace, Minggu (1/6/2025). Acara ini dihadiri Duta Besar (Dubes) Rusia Untuk Indonesia Sergei Tolchenov dan Dubes Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun.

Acara itu mengangkat tema perdamaian dan perlindungan masa depan anak-anak yang terdampak konflik, khususnya di wilayah Donbass dan Gaza.

Dubes Tolchenov menyampaikan rasa hormatnya atas inisiatif anak-anak muda Indonesia yang menginisiasi acara ini. Dia menekankan pentingnya mengenang anak-anak yang menjadi korban konflik di mana saja berada.

Baca juga : Dubes Australia Rod Brazier Tak Sabar Ingin Lihat Keberagaman Budaya Nusantara

“Ini mungkin tampak seperti langkah kecil. Namun dari langkah-langkah kecil inilah dukungan dan persahabatan bisa tumbuh bagi anak-anak yang masih menderita,” kata diplomat yang pernah bertugas di Kamboja dan Vietnam.

Dubes Al-Shun berpidato dengan emosional. Dia menyoroti penderitaan panjang rakyat Palestina, terutama anak-anak yang kehilangan keluarga akibat agresi militer Israel sejak Oktober 2023. Dubes Al-Shun menegaskan, perdamaian adalah hak semua bangsa dan harus diperjuangkan bersama.

“Anak-anak kami memiliki hak untuk hidup seperti anak-anak lain di dunia. Tidak ada bangsa yang bisa hidup damai selama Palestina masih dalam penderitaan seperti ini,” tegasnya.

Baca juga : Daerah Otonom Baru Di Papua Belum Ada Kantor Pemerintahan

Simbol kuat dari persatuan dan harapan terlihat melalui instalasi seni berupa bangau kertas origami yang membentuk bendera Indonesia, Rusia dan Palestina. Bangau-bangau itu dipasang menggantung, mengarah ke atas sebagai simbol harapan lebih baik bagi seluruh anak di dunia.

Direktur Rumah Rusia Nikita Shilikov mengatakan, kegiatan seni seperti membuat origami bangau kertas, bukan sekadar kegiatan kreatif. Apa yang dilakukan Rumah Rusia di Hari Anak Internasional adalah bentuk nyata solidaritas dan suara harapan.

“Setiap bangau kertas adalah suara seorang anak. Suara yang harus kita dengar dan lindungi,” ujarnya.

Baca juga : Dubes Rusia Sergei Tolchenov Ajak Berani Bermimpi Seperti Yuri Gagarin

Cranes of Peace diselenggarakan oleh Zeekend, organisasi pemuda Indonesia yang fokus pada budaya dan hubungan Indonesia dan Rusia. Pendiri Zeekend Syahrul Khaidar Kamal mengatakan, diplomasi bukan hanya soal kekuasaan, tetapi tentang empati dan keberanian untuk membela kemanusiaan.

Cranes of Peace mengajak ratusan peserta yang hadir di Rumah Rusia membuat langsung origami bangau kertas. Selanjutnya, Dubes Rusia, Dubes Palestina dan Direktur Rumah Rusia menempel bangau kertas pada poster secara simbolik dan diikuti peserta lainnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.