Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gerak Cepat, Waskita Karya Salurkan Ribuan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
- Juventus Menang Tipis di Pekan Pertama Serie A 2026/27
- Ibrahima Konate Ingin Buktikan Diri Di Real Madrid
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjadi presiden pertama yang tidak diundang dalam konvensi National Association for the Advancement of Colored People (NAACP) pada Juli nanti di Charlotte, North Carolina, AS.
NAACP atau Asosiasi Nasional untuk Kemajuan Orang Berkulit Berwarna adalah organisasi hak-hak sipil tertua dan terbesar di AS. NAACP didirikan pada 1909 untuk memperjuangkan kesetaraan hak bagi warga Afrika-Amerika dan kelompok minoritas lainnya.
Baca juga : Sarinah Resmi Jadi Title Partner Formula E Jakarta
Semua presiden AS dipastikan diundang dalam konvensi tahunan NAACP untuk membahas upaya memenuhi hak warga minoritas di AS. Namun, NAACP dan Trump kerap berselisih.
Pengumuman pengecualian Trump dalam konvensi NAACP itu disampaikan langsung Presiden NAACP Derrick Johnson dalam konferensi pers yang digelar Senin (16/6/2025) sore.
Baca juga : Rinus Dan Total Anti Korupsi
“Ini bukan tentang politik. Misi kami adalah memperjuangkan hak-hak sipil. Presiden saat ini telah terang-terangan menentang misi tersebut,” tegas Johnson dikutip dari AP News, Selasa (17/6/2025).
Dia menegaskan, Trump sama sekali tidak menghormati hak-hak warga minoritas. Ketegangan antara Donald Trump dan NAACP bukanlah hal baru.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya